Pemuda Muhammadiyah Desak Pemerintah Segera Tangani Jalan Lintas Batabual

  • Bagikan
Ilham Ajid Souwakil

RadarAmbon.id, Buru – Pasca terpilih sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Buru dalam Musda Rabu, (8/4/26), Ilham Ajid Souwakil langsung memberikan perhatiannya terhadap akses jalan lintas Batabual. Ia melontarkan kritik keras terhadap pemerintah daerah atas minimnya atensi terhadap kondisi jalan tersebut.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kerusakan jalan yang terjadi bukanlah persoalan baru, melainkan telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama tanpa adanya penanganan serius dari pihak berwenang.

“Kondisi Jalan Lintas Batabual ini sudah lama dikeluhkan masyarakat, namun hingga hari ini belum ada langkah konkret yang menunjukkan keseriusan pemerintah. Ini adalah bentuk kelalaian yang tidak bisa lagi ditoleransi,” tegasnya, Senin (13/4/26).

Pria berkepala pelontos itu, menilai sikap pembiaran tersebut mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor infrastruktur. Padahal, jalan tersebut memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan warga.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kondisi jalan yang rusak parah telah berdampak langsung terhadap meningkatnya biaya transportasi, terhambatnya distribusi hasil produksi masyarakat, serta tingginya risiko kecelakaan.

“Pemerintah seharusnya tidak menutup mata terhadap penderitaan masyarakat. Infrastruktur jalan adalah kebutuhan mendasar, bukan sekadar proyek yang bisa ditunda-tunda,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia mendesak mendesak pemerintah Kabupaten, Maupun Provinsi untuk segera menetapkan langkah darurat serta mengalokasikan anggaran yang jelas dan transparan untuk pembuatan Jalan Lintas Batabual.

Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama masyarakat akan terus mengawal persoalan ini hingga ada realisasi nyata dari pemerintah.

“Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan konkret, kami tidak menutup kemungkinan akan melakukan langkah-langkah lanjutan sebagai bentuk kontrol sosial,” pungkasnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *