RadarAmbon.id – BANDA ELY – Menjelang perresmian Masjid Al-Mukaramah Banda Ely, Pemerintah Ohoi Banda Ely bersama Panitia Pembangunan dan Panitia Peresmian terus melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan rangkaian kegiatan yang telah diagendakan.
Selain menjadi momentum peresmian rumah ibadah, kegiatan tersebut juga akan dikemas sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi masyarakat sekaligus memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya adat Wandan yang hingga kini masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Sejumlah kegiatan telah dipersiapkan oleh Pemerintah Ohoi Banda Ely, diantaranya bakti sosial, serta pameran dan penampilan budaya adat Wandan.
Dalam rangkaian pameran budaya tersebut, masyarakat dan para tamu akan disuguhkan berbagai bentuk kekayaan budaya Wandan, seperti tarian adat, kerajinan tangan, serta kegiatan Malam Rafanon Tukamun. Selain itu, turut dipersiapkan pembuatan Belang Laut dan Belang Adat sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kembali warisan maritim dan tradisi masyarakat Wandan kepada generasi muda maupun para pengunjung.
Pemerintah Ohoi Banda Ely menilai bahwa peresmian Masjid Al-Mukaramah bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan masyarakat, membangun semangat gotong royong, serta menjaga keberlanjutan identitas budaya masyarakat Wandan.
Penjabat (Pj.) Kepala Ohoi Banda Ely, Sindang Salamun, menyampaikan komitmennya untuk mendukung dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan peresmian Masjid Al-Mukaramah bersama Panitia Pembangunan dan Panitia Peresmian.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Pemerintah Ohoi akan terus membangun koordinasi dengan panitia serta masyarakat agar seluruh persiapan dapat berjalan dengan baik.
“Sebagai Pemerintah Ohoi Banda Ely, kami siap mendukung dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan peresmian Masjid Al-Mukaramah. Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat Banda Ely,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan bakti sosial dan pameran budaya diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan serta menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai adat dan budaya Wandan.
Pameran budaya juga diharapkan menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal berbagai warisan leluhur, termasuk seni tari, kerajinan tradisional, tradisi Rafanon Tukamun, hingga pembuatan Belang Laut dan Belang Adat.
“Budaya dan agama harus dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat. Masjid menjadi pusat pembinaan keagamaan, sementara budaya menjadi bagian dari identitas dan jati diri masyarakat. Keduanya harus kita rawat dan wariskan kepada generasi berikutnya,” lanjutnya.
Sementara itu, Panitia Pembangunan dan Panitia Peresmian Masjid Al-Mukaramah terus mematangkan berbagai persiapan teknis, termasuk koordinasi dengan Pemerintah Ohoi, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat Banda Ely.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan kemeriahan dalam menyambut peresmian Masjid Al-Mukaramah, tetapi juga meninggalkan pesan penting tentang gotong royong, persaudaraan, pelestarian adat dan budaya, serta penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Pemerintah Ohoi Banda Ely bersama Panitia Pembangunan dan Panitia Peresmian mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam menyukseskan agenda besar tersebut.
Masjid Al-Mukaramah diharapkan tidak hanya berdiri megah sebagai rumah ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, tempat mempererat persaudaraan, serta simbol kebersamaan masyarakat Banda Ely dalam menjaga agama, adat, budaya, dan warisan leluhur Wandan. (*)





