RadarAmbon.id — Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Al Wathan Ambon tahun ajaran 2026/2027 mengusung konsep berbeda dengan menghadirkan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan atau bullying.
Kepala SMK Al Wathan Ambon, Juwairiyah Silehu mengatakan, sebanyak 52 peserta didik baru tercatat mengikuti MPLS tahun ini. Hingga pelaksanaan kegiatan berjalan, terdapat sekitar 45 siswa yang telah hadir, sementara beberapa siswa lainnya masih berada di kampung akibat terkendala kondisi cuaca.
“Untuk tahun ajaran 2026-2027, siswa baru yang masuk di SMK Al Wathan Ambon berjumlah 52 orang. Sampai hari ini yang mengikuti MPLS sekitar 45 orang, beberapa lainnya masih berada di kampung karena kondisi cuaca sehingga belum bisa kembali,” ujar Juwairiyah,Kamis (16/7/26).
Ia menjelaskan, rangkaian MPLS tahun ini dirancang lebih ramah anak dengan berbagai materi yang bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah, membangun karakter, serta memperkuat kesiapan siswa dalam menjalani pendidikan di tingkat SMK.
Sejak hari pertama, siswa baru diberikan pengenalan lingkungan sekolah melalui program Wawasan Wiyata Mandala, termasuk pengenalan sarana dan prasarana sekolah. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan, tes fleksibilitas, penguatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga pembinaan karakter.
“Materi yang diberikan bukan hanya tentang sekolah, tetapi juga bagaimana membangun rasa nyaman bagi siswa baru agar mereka merasa SMK Al Wathan sebagai rumah kedua,” katanya.
Menurut Juwairiyah, perubahan konsep MPLS menjadi lebih humanis dilakukan untuk menghilangkan kesan lama yang terkadang membuat peserta didik baru merasa takut atau tertekan saat memasuki lingkungan sekolah.
“Kami ingin menciptakan suasana agar anak-anak tidak merasa khawatir atau takut ketika pertama kali masuk sekolah. MPLS ini harus menjadi momentum bagi mereka untuk menjadi bagian dari keluarga besar SMK Al Wathan dengan rasa senang dan nyaman,” jelasnya.
Dalam kegiatan MPLS tersebut, pihak sekolah juga menghadirkan sejumlah lembaga eksternal untuk memberikan pembekalan kepada siswa. Salah satunya Wadah Foundation yang memberikan materi terkait pergaulan sehat, penguatan karakter, serta edukasi mengenai peluang kerja di luar negeri seperti Jerman dan Jepang.
Selain itu, siswa juga mendapatkan penguatan kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang menjadi ciri khas pendidikan vokasi.
Juwairiyah menambahkan, meski terdapat rencana sosialisasi mengenai pernikahan usia dini dan bahaya narkoba dari pihak KUA, materi tersebut belum dapat dilaksanakan karena jadwal MPLS telah tersusun. Namun, sekolah tetap berkomitmen menghadirkan berbagai edukasi positif bagi peserta didik.
“Yang paling kami harapkan dari MPLS tahun ini adalah lahirnya lingkungan sekolah yang ramah anak, bebas bullying, dan mampu membentuk karakter siswa agar siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.(*)





