Ekspo Pendidikan SMAN 1 Ambon Jadi Jembatan Menuju Kampus

  • Bagikan

RadarAmbon.id — SMA Negeri 1 Ambon kembali menggelar Ekspo Pendidikan sebagai jembatan bagi siswa dan orang tua untuk mengenal lebih dekat berbagai pilihan perguruan tinggi, program studi, jalur penerimaan mahasiswa hingga peluang beasiswa.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 1–3 Oktober 2026, tersebut melibatkan sekitar 35 sekolah dari Kota Ambon dan luar Pulau Ambon. Sejumlah perguruan tinggi dari Maluku maupun luar daerah hadir memberikan informasi langsung kepada siswa mengenai pilihan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang SMA.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku yang diwakili Kepala Bidang SMA, Fence Mandaku, mengapresiasi pelaksanaan Ekspo Pendidikan SMAN 1 Ambon. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekolah dalam menyiapkan informasi pendidikan yang dibutuhkan siswa untuk menentukan masa depan mereka.

“Ini program tahunan yang luar biasa dalam rangka penguatan pendidikan di Provinsi Maluku, khususnya di SMA Negeri 1 Ambon,” kata Fence dalam sambutannya, Kamis (1/10/29).

Menurutnya, manfaat Ekspo Pendidikan tidak semestinya hanya dirasakan siswa SMAN 1 Ambon, tetapi juga dapat diperluas kepada siswa dari sekolah lain di Kota Ambon maupun kabupaten sekitar.

Fence mengatakan, pengelolaan pendidikan mencakup input, proses, output hingga outcome. Dalam aspek input, SMAN 1 Ambon dinilai mampu mengelola siswa yang berasal dari berbagai latar belakang pengetahuan, pola belajar dan sekolah asal untuk mengikuti proses pembelajaran di lingkungan sekolah tersebut.

Pada aspek proses, ia menyoroti penerapan pembelajaran digital di SMAN 1 Ambon. Sekolah tersebut bersama sejumlah sekolah lainnya di Maluku telah ditetapkan sebagai kandidat sekolah rujukan Google.

“Ini berarti pembelajaran dan pengelolaan pendidikan sudah memanfaatkan digital dalam proses-prosesnya,” ujarnya.

Fence berharap sekolah-sekolah lain di Kota Ambon dapat mengikuti langkah tersebut dengan memperkuat pembelajaran digital. Ia menilai transformasi digital dalam pendidikan perlu diperluas sehingga tidak hanya diterapkan oleh sejumlah sekolah tertentu.

Selain itu, Fence menyoroti capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di Maluku yang masih menjadi perhatian. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kata dia, telah melakukan berbagai persiapan untuk mendorong peningkatan capaian siswa, termasuk pemantapan menghadapi TKA dan Asesmen Nasional serta pelaksanaan try out melalui kerja sama dengan Ruangguru.

Namun, ia menegaskan peningkatan hasil akademik tidak bisa hanya mengandalkan pemantapan ketika siswa sudah berada di kelas XII.

“Solusi cepat itu waktunya terlalu mepet. Ke depan yang mesti didorong adalah ketika siswa masih di kelas 10, proses pembelajaran itu dilakukan secara benar,” tegasnya.

Kepala SMAN 1 Ambon, Dra. E. Laturiuw, mengatakan Ekspo Pendidikan merupakan program yang telah dirintis sejak 2003 dan tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-22.

Ia menyampaikan apresiasi kepada perguruan tinggi yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, baik dari Maluku maupun luar daerah.

Dari luar Maluku, sejumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi antara lain Universitas Tarumanagara Jakarta, Universitas Ciputra, Jakarta International University, BINUS University, Universitas Kristen Petra Surabaya dan Universitas Surabaya (Ubaya).

Sementara dari Maluku terdapat Universitas Pattimura, Universitas Muhammadiyah Ambon, Institut Agama Kristen Negeri Ambon, Universitas Kristen Indonesia Maluku dan Universitas Terbuka, serta sejumlah perguruan tinggi dan program studi lainnya.

Laturiuw mengatakan, kehadiran berbagai perguruan tinggi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan informasi secara langsung sebelum menentukan pilihan pendidikan lanjutan.

“Anak-anak Maluku yang hebat ini harus memiliki semangat untuk mempersiapkan diri agar tidak hanya mampu menghadapi masa depan, tetapi juga berani melampaui tantangan, beradaptasi dengan perubahan, berinovasi dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” katanya.

Ia mengingatkan para siswa bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun mimpi, mengembangkan potensi, berkarya dan berinovasi.

“Masa depan bukan hanya sesuatu yang kita tunggu, tetapi sesuatu yang kita persiapkan dan mulai kita bangun hari ini,” ujarnya.

Ketua Panitia Ekspo Pendidikan, Fany Sahetapy, menjelaskan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan informasi pendidikan yang lebih lengkap kepada siswa dan orang tua.

Pertama, siswa diajak mengenal perguruan tinggi lebih dekat, termasuk memperoleh informasi mengenai berbagai universitas dan program studi.

Kedua, membantu siswa memilih program studi yang sesuai dengan minat, bakat dan potensi yang dimiliki.

Ketiga, memberikan akses informasi mengenai jalur masuk perguruan tinggi, persyaratan, biaya pendidikan, fasilitas kampus dan peluang beasiswa.

Keempat, membuka wawasan siswa mengenai prospek dunia kerja sehingga mereka dapat mempersiapkan diri sejak dini.

Kelima, mendorong siswa menyusun rencana masa depan secara lebih matang, mandiri dan terarah.

Fany mengatakan, informasi langsung dari perguruan tinggi penting agar siswa dan orang tua memiliki gambaran yang lebih utuh sebelum menentukan pilihan.

Pada hari pertama, kegiatan diprioritaskan bagi 553 siswa SMAN 1 Ambon. Sedangkan pada hari kedua dan ketiga, Ekspo Pendidikan dibuka untuk siswa dari SMA negeri maupun swasta di Kota Ambon serta sekolah-sekolah dari wilayah sekitar, termasuk Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat.

Melalui keterlibatan 35 sekolah, Ekspo Pendidikan SMAN 1 Ambon diharapkan menjadi ruang pertemuan antara siswa, orang tua dan perguruan tinggi, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mempersiapkan generasi muda Maluku melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *