Dilantik di Pantai Liang, Abdullah Vanath Minta 41 Aleg NasDem Belanjakan Uang Minimal Rp1 Juta

  • Bagikan

RadarAmbon.id — Pelantikan Pengurus DPW Partai NasDem Maluku periode 2026-2029 tidak hanya menjadi agenda politik internal partai, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Ketua DPW Partai NasDem Maluku, H. Abdullah Vanath menegaskan, setiap kegiatan politik harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

Pesan tersebut disampaikan Vanath dalam kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II DPW Partai NasDem Maluku yang berlangsung di Pantai Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (27/9/2026).

Menurut Vanath, pemilihan lokasi pelantikan di kawasan pesisir Desa Liang memiliki makna tersendiri. Partai NasDem ingin menunjukkan bahwa aktivitas politik harus hadir lebih dekat dengan masyarakat dan mampu menggerakkan ekonomi warga setempat.

“Kenapa kita memilih tempat ini, karena kita ingin Partai NasDem lebih dekat dengan rakyat. Kegiatan partai harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya berlangsung di ruang-ruang formal,” ujar Vanath.

Ia menjelaskan, selama ini banyak kegiatan organisasi maupun partai politik lebih sering digelar di pusat kota, sehingga perputaran ekonomi cenderung hanya dirasakan oleh pelaku usaha di kawasan perkotaan.

Melalui pelaksanaan kegiatan di desa, kata Vanath, masyarakat sekitar dapat ikut merasakan manfaat ekonomi dari kehadiran ribuan peserta yang datang.

“Kalau hari ini yang hadir sekitar 1.000 orang dan setiap orang membelanjakan Rp100 ribu saja, maka ada sekitar Rp100 juta uang yang berputar di masyarakat,” ungkapnya.

Tidak hanya menyampaikan imbauan kepada peserta, Vanath juga secara khusus meminta 41 anggota legislatif Partai NasDem di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk ikut berkontribusi menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

Ia meminta masing-masing anggota DPRD NasDem minimal membelanjakan uang sebesar Rp1 juta selama berada di lokasi pelantikan.

“Kalau 41 anggota DPRD masing-masing membelanjakan Rp1 juta, maka sudah ada Rp41 juta yang beredar di masyarakat. Tetapi saya yakin tidak hanya sebatas itu,” katanya.

Vanath juga mengajak seluruh kader NasDem untuk memanfaatkan berbagai produk masyarakat sekitar, baik makanan lokal, hasil kebun maupun jasa warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Silakan beli rujak, pisang goreng, sewa tenda dan berbagai kebutuhan lainnya dari masyarakat sekitar. Itulah makna penting mendekatkan partai dengan rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan, konsumsi dalam kegiatan pelantikan juga tidak didatangkan dari luar daerah, tetapi menggunakan hasil olahan masyarakat Liang, Tial, Leihitu dan negeri-negeri sekitar.

“Ini adalah bentuk keberpihakan kita. Ketika ekonomi masyarakat menghadapi tantangan, partai harus hadir bersama rakyat dan memberikan dampak langsung,” ujarnya.Vanath berharap pola kegiatan yang memberi dampak ekonomi tersebut dapat menjadi contoh bagi seluruh struktur Partai NasDem di Maluku, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa.

Menurutnya, setiap kegiatan partai yang melibatkan masyarakat harus dirancang agar tidak hanya menghabiskan anggaran, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi ekonomi warga.

“Jangan sampai kegiatan partai hanya menghabiskan biaya, tetapi masyarakat tidak mendapatkan manfaat. Kehadiran partai harus membawa perubahan dan dirasakan rakyat,” pungkasnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *