RadarAmbon.id – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Maluku Tengah menggelar acara Syukuran Kelulusan bagi 220 siswa kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh haru tersebut menjadi momentum ungkapan rasa syukur atas keberhasilan para siswa menyelesaikan pendidikan di tingkat madrasah sekaligus menandai langkah awal mereka menuju jenjang pendidikan lanjutan.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dikemas dalam bentuk pelepasan alumni atau Apela tahun ini pihak madrasah memilih konsep syukuran kelulusan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas perjalanan pendidikan yang telah dilalui para siswa.
Kepala MTsN 1 Maluku Tengah, La Amin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh orang tua siswa yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada bapak dan ibu orang tua siswa yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan ini. Tahun lalu kita melepas lulusan melalui acara pelepasan alumni, namun tahun ini kita ubah menjadi syukuran kelulusan agar lebih bermakna dan penuh keberkahan. Ini bukan sekadar acara perpisahan biasa, tetapi momentum untuk mensyukuri perjuangan panjang yang telah dilalui anak-anak kita,” ujar La Amin, Rabu (3/6/26).
Menurutnya, selama menempuh pendidikan di MTsN 1 Maluku Tengah, para siswa telah melalui berbagai pengalaman berharga yang menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mereka.
“Banyak cerita, tawa, perjuangan, bahkan air mata yang menjadi bagian dari perjalanan mereka selama belajar di madrasah ini. Hari ini kita bersyukur karena mereka berhasil menyelesaikan satu fase penting dalam kehidupan mereka,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, La Amin juga mengungkapkan perkembangan program Tahfiz Al-Qur’an yang baru mulai diterapkan melalui mata pelajaran muatan lokal. Dari 220 siswa yang lulus tahun ini, sebanyak sembilan siswa berhasil menyelesaikan dan lulus ujian praktik hafalan Juz 30.
“Tahun ini merupakan awal pelaksanaan program Tahfiz Juz 30 melalui muatan lokal. Alhamdulillah, sudah ada sembilan siswa yang berhasil lulus ujian praktik hafalan Juz 30. Kami berharap dukungan dari seluruh pihak, terutama orang tua, agar ke depan semakin banyak siswa yang mampu menghafal Al-Qur’an,” ungkapnya.
Dalam acara syukuran tersebut, MTsN 1 Maluku Tengah mengangkat tema “Mata Waru: Mandiri, Tangguh, Wawasan Luas, Rendah Hati dan Unggul.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus implementasi Kurikulum Cinta yang menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan budaya daerah kepada peserta didik.
La Amin menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut terinspirasi dari Lapangan Mata Waru yang selama ini menjadi ikon masyarakat Tulehu.
“Mata Waru bukan sekadar nama atau simbol. Kami ingin membuktikan bahwa kearifan lokal harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Tema ini menjadi doa sekaligus harapan bagi seluruh lulusan agar tumbuh menjadi generasi yang mandiri, tangguh, berwawasan luas, rendah hati, dan unggul,” jelasnya.
Ia menguraikan makna dari setiap nilai yang terkandung dalam tema tersebut. Mandiri berarti lulusan mampu berdiri di atas kemampuan sendiri dan berani mengambil keputusan. Tangguh berarti siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan tanpa mudah menyerah. Wawasan luas menunjukkan pentingnya keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Sementara rendah hati mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, guru, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan hidup. Sedangkan unggul berarti menjadi pribadi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut La Amin, Lapangan Mata Waru selama ini memiliki makna penting dalam kehidupan sosial masyarakat Tulehu. Selain menjadi tempat berbagai aktivitas masyarakat, lapangan tersebut juga melambangkan persatuan, semangat perjuangan, dan kebersamaan.
“Dari tempat itu lahir banyak kenangan, semangat sportivitas, persaudaraan, serta cita-cita anak-anak negeri. Bahkan banyak atlet sepak bola yang lahir dari lingkungan tersebut dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Alumni MTsN 1 Maluku Tengah juga banyak yang berprestasi di bidang olahraga,” ujarnya.
Karena itu, pihak madrasah berharap para lulusan dapat meneladani semangat yang hidup di Mata Waru, yakni semangat kebersamaan, persatuan, kerja keras, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap para lulusan tumbuh seperti semangat yang hidup di Mata Waru, mandiri dalam karakter, luas dalam pandangan, rendah hati dalam pergaulan, serta tangguh menghadapi kehidupan. Sebagaimana Mata Waru menjadi tempat masyarakat berkumpul tanpa membedakan latar belakang, kami juga berharap para lulusan mampu menjadi pribadi yang membawa kedamaian, persatuan, dan manfaat di mana pun mereka berada,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, La Amin mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari langkah baru menuju masa depan yang lebih baik.
“Teruslah melanjutkan pendidikan pada sekolah yang mampu mengembangkan bakat dan minat kalian. Bagi yang memiliki potensi di bidang seni, olahraga, marching band, paskibraka, pencak silat maupun organisasi, teruslah berkembang dan tunjukkan bahwa alumni madrasah mampu bersaing dengan siapa pun. Ingatlah bahwa nilai seseorang bukan hanya terletak pada kecerdasannya, tetapi juga pada akhlaknya,” pesannya.
Ia juga menyampaikan rasa haru mewakili seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 1 Maluku Tengah.
“Hari ini adalah hari yang penuh rasa syukur sekaligus hari yang mengharukan. Di balik senyum dan kebahagiaan kelulusan ini, ada rasa kehilangan yang kami rasakan. Jika selama ini kalian pernah ditegur, dinasihati, bahkan dimarahi oleh guru, ketahuilah bahwa di balik semua itu ada cinta dan perhatian yang tulus agar kalian menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Farida Laisouw, mengingatkan para lulusan bahwa tantangan pendidikan pada jenjang berikutnya akan semakin kompleks.
Menurutnya, pada tingkat MA, SMA, maupun SMK, para siswa akan menghadapi materi pembelajaran yang lebih luas, tuntutan kemandirian dalam mengatur waktu, serta kebutuhan untuk mengenali minat dan bakat secara lebih matang.
“Tantangan pendidikan pada jenjang selanjutnya semakin kompleks. Selain beban materi yang lebih luas, siswa juga dituntut untuk mampu mengelola waktu secara mandiri dan mengenali potensi dirinya agar tidak salah melangkah sejak awal. Tingkat kompetisi pada jenjang MA, SMA dan SMK juga semakin tinggi, terutama dalam pencapaian prestasi akademik sebagai bekal menuju perguruan tinggi,” ungkap Farida saat membacakan sambutan Kakanwil.
Karena itu, para lulusan diminta untuk terus belajar, mengembangkan karakter, dan membangun kemampuan berpikir kritis sebagai bekal menghadapi masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Maluku juga menyampaikan tiga pesan penting kepada para lulusan. Pertama, menjaga nama baik almamater dan keluarga serta menjadi generasi yang berakhlakul karimah, berprestasi dan bermanfaat bagi masyarakat, agama, dan bangsa.
Kedua, menghindari sikap malas dan terus berusaha dengan sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Ketiga, tetap fokus pada target dan cita-cita yang telah ditetapkan sejak awal.
Di akhir sambutan, Kakanwil Kemenag Maluku memberikan apresiasi kepada seluruh guru MTsN 1 Maluku Tengah yang telah membimbing para siswa selama menempuh pendidikan.
“Terima kasih kepada bapak dan ibu guru atas ilmu, bimbingan, dan inspirasi yang telah diberikan kepada anak-anak ini. Para guru telah menjadi pembimbing luar biasa dalam perjalanan pendidikan mereka. Saya yakin jasa dan pengabdian bapak dan ibu akan selalu dikenang oleh para siswa,” demikian pesan yang disampaikan.
Acara syukuran kelulusan MTsN 1 Maluku Tengah berlangsung meriah namun tetap sarat makna. Selain menjadi ajang penghargaan atas keberhasilan para siswa, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara madrasah, orang tua, dan masyarakat dalam mencetak generasi muda yang religius, berkarakter, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan.(*)






