RadarAmbon.id – SMK Negeri 2 Ambon terus memperkuat posisinya sebagai sekolah vokasi yang berorientasi pada kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027, sekolah ini menghadirkan satu program keahlian baru, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), sebagai upaya menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja yang semakin berkembang di bidang teknologi informasi.
Kepala SMKN 2 Ambon, Salem Nurdin, mengatakan penambahan program keahlian TKJ menjadi salah satu pembeda utama dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya sekolah hanya memiliki delapan rombongan belajar (rombel), maka pada tahun ini ditambah menjadi sembilan rombel dengan membuka satu rombel khusus untuk program keahlian TKJ.
“Untuk SPMB tahun pelajaran 2026/2027, kami menambah satu konsentrasi keahlian baru yaitu Teknik Komputer dan Jaringan. Program ini dibuka karena peluang kerja di bidang teknologi informasi sangat besar dan kami telah memenuhi seluruh persyaratan pembukaannya karena masih berada dalam satu bidang keahlian dengan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG),” kata Nurdin, Sabtu (6/6/26).
Menurutnya, kuota penerimaan peserta didik baru tetap mengacu pada Petunjuk Teknis SPMB yang berlaku. Setiap rombel dapat menampung maksimal 36 siswa dan dengan sembilan rombel yang tersedia, daya tampung sekolah masih sangat memadai. Bahkan, dari sisi ketersediaan ruang belajar, SMKN 2 Ambon masih mampu mengakomodasi seluruh peserta didik yang diterima.
Saat ini SMKN 2 Ambon memiliki lima program keahlian, yakni Pemasaran, Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, Akuntansi, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Seluruh program tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Nurdin menjelaskan bahwa lulusan SMK memiliki tiga pilihan utama setelah menyelesaikan pendidikan, yaitu melanjutkan ke perguruan tinggi, berwirausaha, atau langsung bekerja. Untuk mendukung peluang kerja bagi lulusan, SMKN 2 Ambon dalam beberapa tahun terakhir aktif menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan dan industri yang membuka kesempatan rekrutmen tenaga kerja.
“Visi SMKN 2 Ambon adalah menjadi penyedia layanan pendidikan vokasi yang unggul, mandiri, kreatif, serta berbasis dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja. Karena itu kami terus membangun kemitraan dengan berbagai perusahaan yang memiliki peluang merekrut tenaga kerja,” ujarnya.
Salah satu kerja sama terbaru yang dilakukan adalah dengan jaringan ritel nasional Alfamart. Melalui kerja sama tersebut, tersedia peluang penempatan tenaga kerja di Bali sebanyak 100 orang. Karena jumlah alumni yang memenuhi kebutuhan tersebut belum mencapai target, kesempatan itu juga dibuka untuk masyarakat umum. Dari program tersebut, sekitar 20 alumni SMKN 2 Ambon berhasil diberangkatkan untuk bekerja di Bali.
Selain itu, SMKN 2 Ambon juga menjalin kerja sama dengan jaringan restoran Mie Gacoan dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Menurut Salem, sekolah selalu berupaya memanfaatkan setiap peluang pasar kerja yang tersedia demi memberikan kesempatan terbaik bagi lulusan.
“Prinsip kami, di mana ada peluang pasar kerja, di situ kami hadir dan memanfaatkannya untuk kepentingan peserta didik dan alumni,” tegasnya.
Kemitraan strategis lainnya telah dibangun bersama Alfamidi melalui program kelas industri yang sudah berjalan selama empat tahun terakhir. Program ini memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Bahkan sejumlah alumni yang mengikuti kelas industri tersebut dapat langsung bekerja setelah lulus tanpa harus mengikuti tes seleksi tambahan.
Tidak hanya itu, SMKN 2 Ambon juga bekerja sama dengan perusahaan jasa logistik JNE untuk mendukung pembelajaran berbasis industri. Melalui kerja sama tersebut, peserta didik dapat memperoleh pengalaman praktik langsung di dunia kerja, mulai dari bidang administrasi hingga operasional distribusi dan layanan kurir.
Dalam rangka memastikan kompetensi lulusan sesuai kebutuhan industri, sekolah juga mengembangkan konsep Teaching Factory. Melalui program ini, kurikulum sekolah diselaraskan dengan kebutuhan dan standar kompetensi yang diterapkan di industri.
“Kompetensi yang dibutuhkan industri kami ajarkan di sekolah. Praktiknya juga disesuaikan dengan kondisi kerja yang sesungguhnya sehingga ketika siswa lulus, mereka sudah memahami budaya kerja dan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan,” jelas Nurdin.
Berbagai inovasi tersebut, lanjutnya, menjadi alasan kuat mengapa minat masyarakat terhadap SMKN 2 Ambon terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan branding sekolah yang semakin kuat serta jaringan kemitraan industri yang luas, SMKN 2 Ambon optimistis mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kalau ingin sekolah yang benar-benar berbasis dunia kerja, datanglah ke SMKN 2 Ambon. Kami menyiapkan peserta didik untuk lulus dengan kompetensi yang dibutuhkan industri dan siap memasuki dunia kerja,” pungkasnya.(*)






