RadarAmbon.id – Dunia usaha Maluku tidak cukup hanya bertumbuh di atas angka. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kebutuhan membuka lebih banyak lapangan kerja, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Maluku dituntut menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Pesan tersebut mengemuka saat Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Apindo Maluku masa bakti 2025-2030 resmi dilantik di Caffe Resto Sari Gurih, Lateri, Kota Ambon, Jumat (23/10/2026). Kepengurusan baru diharapkan mampu menjadikan dunia usaha sebagai kekuatan penting dalam menggerakkan perekonomian Maluku.
Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, yang melantik kepengurusan tersebut menegaskan, keberadaan organisasi pengusaha harus diukur dari manfaat dan hasil yang diberikan, bukan semata-mata banyaknya aktivitas yang dilakukan.
Pelantikan dilakukan bersama Wakil Ketua Umum Apindo, Eddy Hussy, berdasarkan Surat Keputusan Nomor 681/SK-DPN/1.1/2B/X/26.
“Kita mau membuktikan bahwa ini adalah sebuah pengabdian. Bukan hanya jumlah aktivitas yang dilakukan, tetapi apa dampaknya dan apa hasilnya. Kita tidak mau hanya berbicara, tetapi membuktikan bahwa dunia usaha bisa berkembang,” ujar Shinta.
Menurut Shinta, tantangan menjalankan organisasi pengusaha tidak ringan. Dibutuhkan pengorbanan waktu, pemikiran dan komitmen agar dunia usaha mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah perubahan kondisi ekonomi.
Karena itu, ia mendorong kepengurusan Apindo Maluku memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Potensi ekonomi daerah, kata dia, masih sangat terbuka untuk dikembangkan secara bersama-sama.
Sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pengembangan pelaku usaha, pemberdayaan generasi muda serta masyarakat lokal menjadi sejumlah bidang yang perlu mendapat perhatian.
Tak kalah penting, Apindo didorong berperan dalam menciptakan lapangan kerja yang layak dan produktif bagi masyarakat Maluku.
Shinta berharap kepengurusan baru dapat memperkuat eksistensi Apindo di daerah melalui kolaborasi yang konkret, sehingga organisasi tidak hanya menjadi wadah komunikasi pengusaha, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, menilai pembangunan ekonomi tidak mungkin hanya bertumpu pada pemerintah. Keterlibatan dunia usaha, masyarakat, akademisi dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mempercepat kemajuan daerah.
Menurut Sadali, Apindo memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan dunia usaha. Organisasi tersebut diharapkan dapat menyampaikan aspirasi pengusaha sekaligus mendorong terciptanya iklim investasi dan usaha yang sehat, produktif, kompetitif serta berkelanjutan.
“Kami berharap kepengurusan Apindo Maluku yang baru dapat menghadirkan gagasan konstruktif, memberikan masukan kepada pemerintah, serta mengambil bagian secara nyata dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah,” kata Sadali.
Ia mengatakan Maluku memiliki sejumlah potensi yang dapat menjadi penggerak ekonomi, mulai dari sektor kelautan dan perikanan, pertanian, pariwisata, perdagangan hingga berbagai sektor produktif lainnya.
Namun, pengembangan potensi tersebut harus berjalan beriringan dengan prinsip tata kelola usaha yang baik. Sadali mengingatkan para pengusaha untuk mengedepankan kejujuran, kepatuhan terhadap hukum, tanggung jawab sosial serta penghormatan terhadap hak-hak pekerja.
Di sisi lain, Ketua Apindo Maluku Robert Tanamal menegaskan pelantikan pengurus baru bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Momentum tersebut, menurut dia, menjadi titik awal untuk menyatukan langkah dan memperkuat kontribusi dunia usaha bagi pembangunan Maluku.
“Amanah yang kami terima bukan hanya tanggung jawab untuk memimpin sebuah organisasi, melainkan tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa keberadaan Apindo mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah yang kita cintai, Maluku,” ujar Robert.
Robert menyadari dunia usaha akan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Namun, ia optimistis berbagai persoalan dapat diatasi apabila pemerintah, pengusaha dan seluruh pemangku kepentingan memiliki visi serta komitmen yang sama.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Dewan Pimpinan Nasional Apindo atas dukungan serta kepercayaan kepada kepengurusan Maluku.
Apresiasi serupa disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Maluku, mitra usaha dan berbagai pihak yang selama ini ikut mendukung keberadaan Apindo di Maluku.
Dengan kepengurusan baru periode 2025-2030, Apindo Maluku diharapkan tidak berhenti pada penguatan organisasi, tetapi mampu menerjemahkan potensi ekonomi daerah menjadi peluang usaha, lapangan kerja dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)












