PLN Dorong Generasi Muda Lestarikan Tenun Maluku

  • Bagikan

RadarAmbon.id — Di balik setiap helai kain tenun Ikat Amboina, tersimpan cerita panjang tentang budaya, ketekunan, dan perjuangan menjaga warisan leluhur. Upaya mempertahankan tradisi tersebut kini semakin diperkuat melalui pendampingan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) agar tenun khas Maluku tetap hidup di tengah perubahan zaman.

General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Dony Noor Gustiarsyah, mengatakan pelestarian budaya menjadi bagian penting dari pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Energi yang PLN hadirkan harus mampu menggerakkan produktivitas masyarakat. Melalui Ikat Amboina, kami ingin warisan budaya Maluku tetap berkembang sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Dony, Senin (31/8/2026).

Ikat Amboina yang berada di Skip Atas, Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, telah mempertahankan tradisi menenun selama beberapa generasi. Kelompok ini terus berinovasi dengan menghadirkan motif yang mengangkat identitas Maluku, seperti inspirasi Tanimbar, Nunusaku, hingga simbol khas Ambon.

PLN UIW MMU memberikan dukungan melalui penguatan fasilitas produksi, peralatan tenun, mesin jahit listrik, bahan baku, hingga pelatihan keterampilan dan pemasaran digital. Dukungan tersebut menjadi langkah strategis agar para penenun mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan mengikuti kebutuhan pasar.

Selain menjaga keberlangsungan usaha, program tersebut juga mendorong keterlibatan generasi muda untuk ikut mempelajari keterampilan menenun. Regenerasi menjadi kunci agar tradisi yang telah diwariskan selama puluhan tahun tidak terhenti.

“Yang ingin kami bangun bukan hanya fasilitas, tetapi kemampuan UMKM untuk terus tumbuh. Ketika generasi muda melihat budaya memiliki nilai ekonomi, maka warisan ini akan terus berkembang,” tambah Dony.

Kini Ikat Amboina terus memperluas jangkauan pasar melalui berbagai pameran nasional serta platform digital. Melalui kolaborasi tersebut, kain tenun Maluku tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *