RadarAmbon.id – DALAM rangka memperkuat ketahanan keluarga untuk menangkal paham terorisme Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku akan menggelar bimbingan konseling penangkal bahaya ancaman paham terorisme kepada 300 peserta terdiri atas 200 siswa/orang tua murid se-Kota Ambon dan 100 anggota komite sekolah/guru BK dengan tema: Keluarga Tangguh, Generasi Utuh.
Acara yang akan berlangsung selama tiga hari 19 s/d 21 Oktober 2026 secara online itu difasilitasi oleh Sub Direktorat Penguatan Kapasitas Lembaga dan Literasi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan menampilkan sejumlah pembicara yakni Deputi Bidang Kesiapsiagaan Nasional dan Kontra Radikalisasi Mayjen TNI Sudaryanto, S.E., M. Han, Psikolog Meity Arianty, STP., S.Psi., M.Psi, dan perwakilan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Maluku.
Ketua FKPT Maluku Ruslan Basry Affandi, SE, mengakui rencana kegiatan tersebut dan menjadi salah satu program FKPT Maluku dalam rangka memperkuat ketahanan keluarga untuk penanggulangan ancaman paham terorisme.
Diakui, menurut laporan BNPT, ancaman terbesar dan bahaya paham terorisme tersebut melalui media digital. Dan, fenomena itu justeru rentan terjadi pada kalangan pelajar dan siswa kita.
“Itulah mengapa pentingnya digelar kegiatan ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab dan kepedulian kita semua: orang tua, siswa, guru, dan komite sekolah guna memperkuat ketahanan keluarga kita dari ancaman paham terorisme,” ujar Ruslan Basry Affandi, Senin, (12/10/26).
Diakui, menyambut rencana digelarnya kegiatan tersebut pengurus FKPT Maluku dalam rapat koordinasi Sabtu lalu telah menggelar pertemuan antarpengurus.
Rapat ini juga sekaligus mendengar laporan hasil pertemuan dan koordinasi para ketua FKPT se-Indonesia bersama Deputi Bidang Kesiapsiagaan Nasional dan Kontra Radikalisasi BNPT pekan lalu di Jakarta yang diwakili Sekretaris FKPT Maluku Firda Bin Yusuf, S.STP, M.Si.
Selain kegiatan bersama lintas sekolah dan orang tua tersebut, kerjasama secara integrasi antar forum koordinasi di Maluku dengan BNPT, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan FKPT terkait upaya penanggulangan ancaman bahaya ekstremisme juga penting.
Selain menanamkan pemahaman terhadap bahaya paham terorisme, kegiatan ini juga akan diberi penguatan terhadap nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, toleransi, gotong royong, penghormatan terhadap keberagaman, moderasi beragama, serta penyelesaian perbedaan secara damai dalam konteks pendidikan dan kehidupan bermedia digital kepada anak didik kita.
Sekaligus juga diikuti oleh edukasi meliputi bimbingan dan konseling, serta pengasuhan positif sebagai bahan masukan dalam memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kapasitas orang tua dalam melakukan pendampingan psikologis, komunikasi efektif, deteksi dini, dan penanganan permasalahan anak, serta mencegah paparan intoleransi, radikalisme, ekstremisme berbasis kekerasan, dan terorisme di lingkungan keluarga.
Dikatakan Ruslan Basry Affandi, melalui forum dan kegiatan secara integrasi semacam inilah kita berharap kedepan bisa ada masukan dari FKPT pada masing-masing daerah kepada BNPT.
“Hal ini juga sebagai bagian dari tanggung jawab dan kepedulian kita tentang pentingnya kesiapsiagaan untuk penanggulangan ancaman bahaya ekstrimisme dan radikalisme di kalangan anak-didik kita,” ujarnya. (DIB)












