Ketua IPPTAS Ambon Imbau Masyarakat Percayakan Penanganan Bentrokan kepada Polisi

  • Bagikan
Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Tahisane (IPPTAS) Ambon, Corneles Matinahoruw, (Kiri)

RadarAmbon.id – Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Tahisane (IPPTAS) Ambon, Corneles Matinahoruw, mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca bentrokan yang melibatkan warga Desa Ariate dan warga Dusun Tanah Goyang.

Dalam keterangannya kepada media ini, Minggu (31/5/2026), Corneles meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian yang saat ini masih melakukan penyelidikan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi mencederai nilai-nilai persaudaraan yang selama ini terjalin sebagai warga Saka Mese Nusa,” ujar Corneles.

Ia juga mengajak masyarakat dari kedua wilayah, baik Ariate maupun Tanah Goyang, untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dengan mengedepankan sikap tertib, damai, serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Selain itu, IPPTAS mendesak aparat kepolisian untuk bertindak profesional, objektif, dan transparan dalam menangani perkara tersebut tanpa dipengaruhi kepentingan pihak mana pun yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Kami berharap aparat penegak hukum dapat menjalankan tugasnya secara adil dan transparan sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum yang berkeadilan,” katanya.

Corneles berharap peristiwa bentrokan tersebut tidak terulang kembali karena dapat menimbulkan kesenjangan sosial serta merusak hubungan persaudaraan yang telah lama terjalin antara masyarakat Tanah Goyang dan Ariate.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Kaibobo dan Ariate merupakan komunitas yang menjunjung tinggi perdamaian serta menginginkan kehidupan yang aman, harmonis, dan penuh rasa persaudaraan.

“Pada prinsipnya, kami masyarakat Kaibobo dan Ariate cinta damai. Mari bersama-sama menjaga persatuan dan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat memecah belah hubungan orang basudara,” tutupnya.

Sebelumnya, bentrokan antara warga Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang terjadi di Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Sabtu (30/5/2026) dini hari.

Akibat insiden tersebut, dua warga dilaporkan mengalami luka akibat sabetan senjata tajam yang diduga parang. Kedua korban diketahui bernama Vino Kakihari dan Rafli Bufakar.

Selain itu, pihak kepolisian telah mengamankan empat orang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap penyebab dan kronologi pasti peristiwa tersebut.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *