RadarAmbon.id – KEPALA Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Maluku, yang juga Ketua Umum DPP Hetu Jazirah Achmad Jais Ely, menggelar acara buka puasa bersama di kediamannya, kawasan Waiheru, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat silaturahmi dengan berbagai pihak, Jumat (6/3/26).
Kegiatan tersebut dihadiri keluarga besar, jajaran pegawai Dinas Perindag Provinsi Maluku, serta pengurus DPP Hetu Jazirah juga sejumlah upulatu Jazirah. Acara ini juga menjadi momentum memperkenalkan kediamannya kepada para pegawai setelah dirinya resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Perindag sekitar dua pekan lalu.
Jais Ely menjelaskan, kegiatan buka puasa bersama yang digelar bersama keluarga memiliki dua tujuan utama. Pertama, sebagai ajang silaturahmi dengan para pegawai di lingkungan Dinas Perindag Provinsi Maluku.
Menurutnya, selama ini masih banyak pegawai yang belum mengetahui kediamannya. Karena itu, melalui momentum bulan suci Ramadan, ia mengundang para pegawai untuk berbuka puasa bersama sekaligus mempererat hubungan kerja.
“Ini sebagai wujud rasa syukur setelah saya dilantik dua minggu lalu. Banyak teman-teman di kantor yang belum tahu rumah saya, sehingga lewat buka puasa bersama ini mereka bisa datang dan bersilaturahmi,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbukaan antara pimpinan dan bawahan menjadi hal penting dalam membangun hubungan kerja yang baik. Sebagai pimpinan, ia menganggap dirinya sebagai imam bagi para pegawai yang dipimpinnya.
“Tidak boleh ada jarak antara saya dan anak buah. Saya adalah imam bagi mereka, sementara atasan saya yakni Bapak Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa juga saya anggap sebagai imam bagi saya,” katanya.
Selain dengan jajaran Perindag, acara tersebut juga menjadi ajang konsolidasi keluarga besar Hetu Jazirah yang dipimpinnya. Dalam suasana Ramadan, ia mengajak seluruh pengurus untuk berdiskusi dan mempererat kebersamaan.
Jais Ely juga menyinggung upaya perdamaian yang dilakukan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dengan mempertemukan masyarakat Negeri Hitu dan Morela. Ia berharap langkah tersebut dapat ditindaklanjuti hingga ke tingkat masyarakat bawah.
“Bagaimana kita menindaklanjuti apa yang sudah dilakukan Bapak Gubernur dengan mempertemukan Hitu dan Morela. Mudah-mudahan ke depan Jazirah menjadi wilayah yang aman dan bisa menjadi role model bagi negeri-negeri lain,” ujarnya.
Ia juga meminta dukungan dan doa dari para tokoh serta masyarakat Jazirah agar dapat menjalankan amanah yang diberikan dengan baik.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu saya mohon dukungan dan doa dari semua Upu Latu di Jazirah agar tugas yang diamanahkan dapat dijalankan dengan baik,” pungkasnya.(*)





