RadarAmbon.id — Puluhan sopir dump truk menggelar aksi di Kantor Gubernur Maluku, Senin (9/2/2026), menuntut agar penutupan seluruh aktivitas tambang Galian C di Kota Ambon segera dicabut. Mereka menilai kebijakan tersebut berdampak langsung pada hilangnya mata pencaharian ribuan warga.
Salah satu perwakilan sopir, Steward Tuwatanassy, mengatakan sejak penutupan tambang diberlakukan pada Jumat lalu, para sopir tidak lagi dapat beroperasi. Kondisi ini membuat penghasilan mereka terhenti total.
“Ini penutupan semua tambang di Kota Ambon. Ini soal kehidupan katong, soal perut. Sudah hampir tiga hari katong seng beroperasi,” teriak Steward di tengah aksi.
Ia menambahkan, dampak kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan sopir dump truk, tetapi juga para buruh bangunan, pemilik usaha kecil, hingga sektor konstruksi yang bergantung pada pasokan pasir dan batu.
“Kami menolak tegas penutupan total usaha galian batuan karena ini sumber penghidupan utama ribuan sopir, buruh, dan keluarga mereka. Kebijakan ini sama saja memutus mata pencaharian rakyat,” ujarnya.
Massa aksi mendesak pemerintah tidak serta-merta mematikan usaha rakyat, melainkan melakukan penataan, pengawasan, serta legalisasi tambang agar beroperasi sesuai aturan dan ramah lingkungan, sekaligus berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami minta pemerintah dan ESDM mempertimbangkan efek domino dari penutupan ini, mulai dari sopir, buruh, pedagang kecil, sampai terhentinya pembangunan,” seru para pendemo.
Mereka juga meminta kelonggaran sementara sambil menunggu keputusan resmi yang dinilai lebih matang.
“Kalau kebijakan ini belum final, kasih kesempatan dulu supaya katong bisa tetap kerja. Kalau seng kerja, katong mau makan apa?” ungkap mereka.
Menanggapi tuntutan tersebut, Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, menyatakan aspirasi para sopir akan ditindaklanjuti dengan pembahasan bersama instansi terkait.
“Tuntutan ini persoalan besar dan harus disikapi secara hati-hati. Kami akan memanggil pihak-pihak terkait untuk membahasnya secara menyeluruh,” ujar Kasrul di hadapan massa aksi.(*)





