Bulog Salurkan Beras SPHP dan Percepat Penyaluran Bantuan Pangan

  • Bagikan

RadarAmbon.id – Perum BULOG terus memperkuat upaya menjaga stabilitas pangan melalui percepatan penyaluran Bantuan Pangan Beras dan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan beras tetap terjaga sekaligus menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Pimpinan Wilayah Perum BULOG Maluku dan Maluku Utara, Rudy Senawi Tahir, mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengantisipasi fluktuasi harga beras di sejumlah daerah. Salah satu langkah strategis yang saat ini terus dioptimalkan adalah percepatan penyaluran bantuan pangan serta distribusi beras SPHP ke pasar-pasar rakyat dan saluran distribusi resmi lainnya.

“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola BULOG di wilayah Maluku dan Maluku Utara mencapai sekitar 11.600 ton. Jumlah tersebut sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, penyaluran SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” ujar Rudy, Sabtu (6/6/2026).

Berdasarkan data per 6 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan beras telah mencapai hampir 71 persen. Sebanyak 5.392 ton beras telah diterima oleh 269.635 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari total target 378.928 PBP. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan secara tuntas hingga akhir Juni 2026.

Menurut Rudy, percepatan penyaluran bantuan pangan tersebut diyakini mampu memperkuat daya beli masyarakat sekaligus membantu menekan laju kenaikan harga beras di tingkat konsumen. Kehadiran bantuan pangan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya kelompok rentan yang terdampak dinamika harga kebutuhan pokok.

Selain program bantuan pangan, BULOG juga terus mengoptimalkan penyaluran beras SPHP. Hingga saat ini, sebanyak 5.109 ton beras SPHP telah disalurkan melalui berbagai jalur distribusi resmi, mulai dari pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau. Karena itu, distribusinya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” tambah Rudy.

Pemerintah menilai kombinasi antara penyaluran bantuan pangan dan distribusi beras SPHP menjadi langkah efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan serta stabilitas harga beras di pasar. Dengan dukungan stok yang kuat dan jaringan distribusi yang luas, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras.

BULOG juga memastikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu guna mendukung berbagai kebijakan stabilisasi pangan nasional.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena ketersediaan beras dalam kondisi mencukupi. BULOG bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil serta kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dengan baik,” tutup Rudy Senawi Tahir.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *