Temui Walikota, Nono Sampono Bahas Sampah, Pasar, Damkar Hingga Permukiman

  • Bagikan
Anggota DPD RI, bertemu Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, diruang kerjanya, Selasa 5 Mei 2026

RadarAmbon.id – Anggota DPD RI, Nono Sampono, melakukan kunjungan reses ke Pemerintah Kota Ambon dan bertemu langsung Walikota Ambon, Bodewin Wattimena di ruang kerjanya, Selasa (5/5/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari pengelolaan sampah, penataan pasar, layanan pemadam kebakaran, hingga kondisi permukiman

Dalam pertemuan itu, Nono menekankan pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah di daerah. Ia menilai persoalan sampah kini menjadi perhatian global, dan Indonesia termasuk negara dengan tingkat pengelolaan sampah yang masih rendah. Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Ambon untuk melakukan langkah-langkah konkret dan terukur guna meningkatkan kualitas pengelolaan sampah.

Selain itu, Nono juga menyoroti layanan pemadam kebakaran yang dinilai harus semakin responsif dan optimal dalam menangani kejadian di lapangan. Ia mengingatkan pentingnya kesiapan armada serta distribusi unit yang merata agar mampu menjangkau seluruh wilayah secara cepat.

Nono menyinggung konsep pembangunan pasar bertingkat yang dinilai kurang efektif. Ia mencontohkan kondisi di Pasar Mardika Ambon, di mana aktivitas pembeli cenderung terpusat di lantai dasar, sementara lantai atas minim kunjungan. Menurutnya, model pasar ideal sebaiknya lebih sederhana, maksimal dua lantai, atau bahkan satu lantai dengan luas yang memadai agar aktivitas ekonomi lebih merata.

Ia juga menyinggung persoalan permukiman padat, termasuk pembangunan rumah yang tidak tertata hingga melewati batas-batas tertentu, seperti yang terjadi di kawasan Kudamati.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengakui bahwa pengelolaan sampah di kotanya belum sepenuhnya optimal. Namun, pemerintah kota terus berupaya melakukan pembenahan secara bertahap. Ia menyoroti persoalan sampah laut dan sampah lintas wilayah yang menurutnya memerlukan peran aktif pemerintah provinsi, termasuk pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional.

“Kami berharap aspirasi ini bisa diteruskan ke pemerintah pusat agar ada solusi jangka panjang, termasuk pembangunan TPA regional,” ujarnya.

Di sektor pemadam kebakaran, Bodewin menjelaskan bahwa unit Damkar telah didistribusikan ke setiap kecamatan guna mempercepat respons saat terjadi kebakaran. Namun, ia mengakui masih terdapat kekurangan armada sehingga diperlukan penambahan untuk memenuhi standar pelayanan minimal. Sehingga diharapkan pula, Selaku Senator asal Maluku dapat memperjuangkan penambahan Armada oleh Pemerintah Pusat.

Sementara itu, terkait perumahan, Bodewin mengatakan, Pemerintah Kota Ambon tengah menjalankan program rumah subsidi dengan alokasi 471 unit dari pemerintah pusat. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk meningkatkan akses hunian layak bagi masyarakat, meski diakui masih terdapat kendala terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Untuk pasar, Bodewin menegaskan bahwa penataan masih terus dilakukan, termasuk rencana penertiban kawasan pasar Batu Merah. Pemerintah kota berupaya agar para pedagang yang berjualan di badan jalan dapat direlokasi ke dalam area pasar sehingga ketertiban dan kenyamanan kota dapat terjaga. Selain itu, penataan trayek angkutan kota juga menjadi bagian dari upaya pembenahan kawasan pasar agar lebih tertib dan terintegrasi.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab berbagai persoalan perkotaan di Ambon secara lebih komprehensif.(*)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *