Tahun Ini SMK Muhammadiyah Ambon Buka Kelas Cyber

  • Bagikan

RadarAmbon.id – SMK Muhammadiyah Ambon akan membuka Kelas Cyber pada tahun ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi siswa di bidang teknologi informasi dan keamanan siber.
Kepala SMK Muhammadiyah Ambon, Jafar Sidik, mengatakan bahwa Kelas Cyber bukan merupakan pembukaan jurusan baru, melainkan kelas khusus yang diperuntukkan bagi siswa-siswi terbaik yang akan diseleksi dari seluruh kelas yang ada di sekolah tersebut.

“Kelas Cyber ini akan mulai dibuka tahun ini. Siswa-siswi yang masuk ke dalam kelas ini akan melalui proses seleksi sehingga yang bergabung adalah siswa terbaik dari setiap kelas,” ujar Jafar Sidik, Kamis (18/6/26).

Menurutnya, para peserta Kelas Cyber akan mendapatkan pembinaan langsung dari tenaga profesional di bidang keamanan siber. Dukungan sumber daya pendidikan juga akan melibatkan berbagai instansi dan komunitas, termasuk Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Maluku.

“Kami menghadirkan tenaga profesional di bidang cyber untuk membimbing para siswa. Selain itu, dukungan pendidikan dan sumber daya juga berasal dari sejumlah instansi, termasuk Relawan TIK Maluku,” katanya.

Jafar menegaskan, program tersebut merupakan langkah sekolah dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat serta meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di bidang keamanan siber.

Sementara itu, Wakil Komandan Bidang Cyber Kodam XV/Pattimura, Mayor Untung, menyambut baik langkah SMK Muhammadiyah Ambon dalam menghadirkan Kelas Cyber. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial saat ini menuntut adanya peningkatan kompetensi di bidang keamanan digital.

“Media sosial saat ini memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat. Namun di dalamnya juga terdapat berbagai potensi kejahatan siber yang harus diantisipasi. Karena itu, kemampuan di bidang cyber security menjadi sangat penting,” kata Mayor Untung.

Ia menjelaskan, pendidikan komputer saat ini tidak lagi cukup hanya berfokus pada jaringan atau pemrograman semata. Siswa perlu memahami keamanan sistem secara menyeluruh, termasuk mengenali kerentanan pada infrastruktur digital yang dibangun.

“Kalau belajar jaringan, jangan hanya mempelajari jaringannya saja. Harus dipahami juga aspek keamanan, bagaimana mengidentifikasi kerentanan, serta bagaimana memasang sistem deteksi untuk mengantisipasi serangan siber,” ujarnya.

Menurut Mayor Untung, terdapat tiga aspek utama yang perlu diperkuat dalam pendidikan teknologi informasi saat ini, yakni penguasaan jaringan komputer, sistem keamanan atau security assessment, serta penggunaan sensor dan sistem pemantauan untuk mendeteksi ancaman siber.

Ia menambahkan, kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan di bidang cyber terus meningkat, termasuk di lingkungan TNI. Karena itu, sekolah kejuruan perlu melakukan pengembangan kurikulum agar menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja digital.

“Kami berharap siswa tidak hanya menerima ilmu yang diberikan di sekolah, tetapi juga terus mengembangkan diri, membangun rasa ingin tahu, dan meningkatkan kemampuan mereka. Dengan begitu, ketika lulus nanti mereka benar-benar siap memasuki dunia kerja yang saat ini didominasi oleh sistem digital dan komputerisasi,” pungkasnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *