RadarAmbon.id – Aspek kesehatan calon jemaah akan menjadi fokus utama dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027. Kebijakan tersebut disiapkan sebagai langkah meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memastikan seluruh jemaah memiliki kondisi fisik yang memadai sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Ambon, H. Amir Machmud Latar, Kamis (9/7/26) menjelaskan bahwa pemerintah tengah merancang mekanisme baru dengan mempercepat pemeriksaan kesehatan calon jemaah sebelum mengikuti manasik haji. Langkah ini diharapkan mampu memastikan setiap jemaah benar-benar siap menjalankan seluruh rangkaian ibadah serta mengurangi risiko gangguan kesehatan selama berada di Arab Saudi.
Menurut Amir, kebijakan tersebut merupakan bagian dari evaluasi penyelenggaraan haji tahun 2026. Secara nasional, ratusan jemaah Indonesia dilaporkan meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji, sehingga peningkatan layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas yang mendapat perhatian serius dari pemerintah. Selain pemeriksaan kesehatan yang lebih dini, proses pembinaan jemaah juga akan diperkuat agar kesiapan fisik dan mental dapat terjaga hingga waktu keberangkatan.
Di sisi lain, Amir mengungkapkan daftar tunggu haji di Kota Ambon kini telah melampaui 5.200 calon jemaah dengan estimasi masa tunggu sekitar 27 tahun akibat kebijakan pemerataan kuota secara nasional. Meski kuota haji 2027 belum ditetapkan, pemberangkatan tetap mengacu pada nomor porsi, sementara jemaah yang menunda keberangkatan pada musim haji sebelumnya akan diprioritaskan mengisi kuota yang tersedia pada penyelenggaraan haji mendatang.(*)





