RadarAmbon.id – Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto kembali menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang berakhlak, menjunjung tinggi persatuan, serta berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menerima audiensi dari pengurus Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Anshor Ambon di Mapolda Maluku pada Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, pesantren bukan hanya sebagai tempat pendidikan agama, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan, toleransi, dan semangat persaudaraan, khususnya di tengah keberagaman masyarakat Maluku.
Ia menambahkan, pembinaan karakter di lingkungan pesantren sangat penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh paham radikal, konflik sosial, maupun dampak negatif perkembangan zaman.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah pejabat utama Polda Maluku. Sementara itu, rombongan pesantren dipimpin oleh Ustaz Abdul Rahim Rumbara bersama jajaran pengurus dan tenaga pengajar.
Kapolda juga menekankan bahwa kolaborasi antara kepolisian dan lembaga pendidikan perlu terus diperkuat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, terlebih di tengah pesatnya arus informasi digital.
Ia berharap pesantren dapat terus menjadi pusat pembinaan generasi yang membawa nilai kesejukan, mempererat toleransi, serta menjaga keutuhan bangsa.
“Sejarah Maluku mengajarkan pentingnya persaudaraan dan perdamaian. Karena itu, generasi muda harus dibekali nilai moral, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air,” ungkapnya.
Di sisi lain, pimpinan pesantren Abdul Rahim Rumbara menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan Kapolda Maluku. Ia juga berharap hubungan kerja sama antara pesantren dan pihak kepolisian semakin erat, khususnya dalam memberikan pembinaan wawasan kebangsaan dan kamtibmas kepada para santri.
Audiensi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi upaya memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menjaga stabilitas dan persatuan di Maluku.(*)






