RadarAmbon.id — Desakan keras disampaikan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Buru kepada Pemerintah Provinsi Maluku terkait belum terealisasinya pembangunan jalan lintas Kecamatan Batabual.
Organisasi kepemudaan itu menilai pemerintah terkesan abai terhadap kondisi masyarakat Batabual yang masih terisolasi. Akses menuju ibu kota kabupaten hingga saat ini hanya bergantung pada jalur laut yang dikenal berbahaya dan telah berulang kali menelan korban.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Buru, Ilham Ajit Sowakil, menegaskan bahwa situasi ini mencerminkan ketimpangan pembangunan yang serius. Menurut dia, negara seharusnya hadir memberikan perlindungan dasar bagi warganya, terutama dalam hal akses infrastruktur.
“Ini bukan sekadar keterlambatan pembangunan, tetapi bentuk kelalaian. Ketika warga harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk bepergian, itu menunjukkan negara belum menjalankan tanggung jawabnya. Pemerintah Daerah juga lalai, ” ujarnya, Kamis (23/4/26)
Ia juga menyoroti janji pembangunan yang selama ini disampaikan pemerintah daerah, namun belum terlihat realisasinya di lapangan. Sementara itu, masyarakat Batabual terus hidup dalam keterbatasan akses dan ancaman keselamatan setiap kali melakukan perjalanan.
Pemuda Muhammadiyah memperingatkan, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jika tidak segera ditangani, potensi korban jiwa dinilai akan terus bertambah. Karena itu, mereka mendesak pemerintah provinsi untuk menetapkan pembangunan jalan lintas Batabual sebagai prioritas utama.
“Infrastruktur dasar seperti jalan adalah hak masyarakat, bukan sekadar program yang menunggu momentum,” kata Sowakil.
Sebagai bentuk tekanan, organisasi tersebut menyatakan siap menggalang gerakan yang lebih luas guna mendorong percepatan pembangunan. Mereka menegaskan komitmen untuk terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah nyata dari pemerintah.” keselamatan warga Batabual tidak boleh lagi dikorbankan akibat lambannya pembangunan,” Ujar Sowakil.(*)






