Bulog Perkuat Cadangan Pangan Maluku, Bantuan Beras Sudah Tersalur 71 Persen

  • Bagikan

RadarAmbon.id — Ketersediaan pangan di Maluku dipastikan masih dalam kondisi terkendali. Perum Bulog Wilayah Maluku dan Maluku Utara mencatat penyaluran Program Bantuan Pangan (PBP) tahun 2026 terus berjalan dengan realisasi mencapai 71 persen dari total kuota yang telah ditetapkan pemerintah.

Manager Pemasaran Bulog Maluku-Malut, Chandra Ag mengatakan, total alokasi bantuan pangan beras untuk wilayah Maluku tahun ini mencapai 7.977 ton yang diperuntukkan bagi sekitar 265 ribu penerima manfaat.

“Untuk Maluku jumlah penerima sekitar 265 ribu dengan total pagu 7.977.000 kilogram. Sampai saat ini progres penyaluran sudah mencapai 71 persen,” ujar Chandra,Selasa (29/9/26).

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan pangan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama telah direalisasikan untuk periode Februari dan Maret, sementara tahap kedua mencakup penyaluran untuk Juli, Agustus, hingga September. Sisa kuota sekitar 29 persen akan disalurkan pada periode Oktober hingga Desember.

Menurut Chandra, kelancaran distribusi bantuan pangan didukung oleh ketersediaan stok beras yang cukup di gudang Bulog Maluku. Saat ini, cadangan beras yang tersedia mencapai sekitar 9.183 ton, ditambah sekitar 6.000 ton pasokan yang masih dalam proses pengiriman menuju Maluku.

“Stok yang ada diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan beberapa bulan ke depan. Selain stok yang tersedia, ada tambahan pasokan yang masih dalam perjalanan,” katanya.

Pasokan tersebut berasal dari sejumlah daerah sentra produksi beras seperti Sulawesi Selatan dan Jawa, serta didukung hasil penyerapan beras dari petani lokal Maluku.

Chandra menyebut, Bulog Maluku telah menyerap sekitar 6.479 ton beras dari petani daerah, melampaui target pengadaan lokal yang telah ditetapkan. Penyerapan dilakukan di sejumlah wilayah produksi, di antaranya Kabupaten Buru, Buru Selatan, dan Kepulauan Aru.

“Realisasi pengadaan lokal sudah mencapai sekitar 134 persen dari target. Ini menjadi bagian dari upaya Bulog menyerap hasil produksi petani sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah,” jelasnya.

Beras hasil pengadaan lokal tersebut masuk dalam Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan kualitas beras medium. Cadangan tersebut nantinya digunakan untuk berbagai kebutuhan pemerintah, termasuk bantuan pangan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta penugasan lainnya.

Selain menjaga pasokan beras, Bulog juga memastikan ketersediaan komoditas pangan lain. Untuk minyak goreng, stok yang tersedia saat ini mencapai sekitar 145 ribu liter dan akan terus dipasok secara berkala sesuai kebutuhan masyarakat.

Sementara untuk komoditas jagung pipilan, Bulog Maluku mulai melakukan pengadaan guna mendukung kebutuhan peternak. Hingga kini, pengadaan jagung telah mencapai sekitar 79 ton, sedangkan penyaluran melalui program SPHP jagung tercatat sekitar 82,1 ton.

Chandra menambahkan, penguatan pengadaan pangan lokal menjadi salah satu strategi Bulog dalam menjaga ketahanan pangan daerah, sekaligus memberikan ruang bagi petani Maluku agar hasil produksinya dapat terserap secara optimal.

“Pengadaan lokal ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan stok, tetapi juga bagian dari dukungan terhadap petani daerah,” tandasnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *