RadarAmbon.id – Fenomena alam tak biasa terjadi di perairan Negeri Polin, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku. Di tengah hamparan air laut yang asin, muncul sumber mata air tawar yang langsung menarik perhatian warga. Kemunculannya menjadi berkah tersendiri, terlebih saat masyarakat menghadapi kemarau panjang dan membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kemunculan mata air tersebut menarik perhatian masyarakat karena berada di kawasan laut yang dikelilingi air asin. Setelah air laut surut, sumber air tawar itu terlihat dan dimanfaatkan warga untuk mengambil air di tengah kondisi kemarau yang melanda.
Fenomena tersebut dibagikan Syarif Walakula melalui akun Facebook pribadinya, Minggu (1/11/2026). Dalam unggahannya, ia memperlihatkan kemunculan sumber mata air tawar di kawasan pesisir Negeri Polin.
Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, masyarakat setempat memiliki cerita turun-temurun mengenai fenomena alam ini. Orang-orang tua terdahulu menyebutkan, kemunculan mata air tawar di tengah laut diperkirakan terjadi setiap lima hingga enam tahun sekali.
“Di tengah-tengah kemarau panjang, masyarakat Polin dikejutkan dengan munculnya mata air tawar yang berada tepat di tengah meti, dengan air asin mengelilinginya,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Air Laut Asin, Warga Berbondong-bondong Mengambil Air Tawar
Di tengah keterbatasan air bersih, kemunculan sumber mata air itu tidak hanya menjadi fenomena alam yang mengundang rasa ingin tahu, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Berdasarkan foto dan video yang dibagikan Syarif, warga terlihat berbondong-bondong mendatangi lokasi dengan membawa jeriken dan berbagai wadah untuk menampung air dari sumber tersebut.
Air itu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk memasak dan minum. Kehadiran sumber air tawar di tengah hamparan laut menjadi sesuatu yang disyukuri warga, terutama ketika kemarau panjang membuat ketersediaan air bersih menjadi persoalan.
Meski demikian, kelayakan air tersebut untuk dikonsumsi secara langsung belum dapat dipastikan. Pemeriksaan kualitas air tetap diperlukan untuk memastikan keamanan air bagi kesehatan masyarakat.
Fenomena Berulang, Penyebabnya Belum Dipastikan
Menurut keterangan dalam unggahan Syarif, kemunculan mata air tawar di laut Negeri Polin bukanlah peristiwa yang sepenuhnya baru bagi masyarakat setempat.
Cerita yang diwariskan secara turun-temurun menyebutkan fenomena serupa diperkirakan muncul dalam rentang waktu lima hingga enam tahun sekali. Namun, pola tersebut masih berdasarkan penuturan masyarakat dan belum didukung hasil penelitian ilmiah yang memastikan frekuensi kemunculannya.
Secara ilmiah, air tawar dapat keluar di kawasan pesisir atau dasar laut melalui aliran air tanah. Akan tetapi, diperlukan penelitian langsung untuk memastikan penyebab munculnya sumber mata air tawar di perairan Negeri Polin, Kecamatan Siwalalat.
Fenomena ini menjadi semakin menarik karena kemunculannya bertepatan dengan kondisi kemarau panjang, ketika masyarakat membutuhkan sumber air untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Bagi warga Negeri Polin, kemunculan mata air tawar di tengah laut bukan sekadar fenomena alam yang mengundang perhatian, melainkan juga sumber harapan di tengah keterbatasan.
Sebagaimana pesan yang turut disampaikan dalam unggahan tersebut, masyarakat diajak untuk tetap bersyukur dan meyakini bahwa setiap cobaan memiliki batas kemampuan yang dapat dihadapi.
Di tengah hamparan air laut yang asin, sumber mata air tawar itu menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga rasa syukur sekaligus memastikan ketersediaan air bersih bagi kehidupan sehari-hari. (*)
