SMAN 1 Ambon Buka Pendidikan Jarak Jauh Bagi Anak Putus Sekolah

  • Bagikan
Dra.E. Laturiuw

RadarAmbon.id – SMA Negeri 1 Ambon resmi membuka program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bagi anak usia sekolah yang mengalami kendala melanjutkan pendidikan setelah tamat SMP. Program ini menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memberikan akses pendidikan kepada peserta didik yang sempat mengalami putus sekolah.

Kepala SMAN 1 Ambon, Dra. E. Laturiuw mengatakan, sekolahnya ditetapkan sebagai sekolah induk pelaksanaan program PJJ berdasarkan keputusan dan surat edaran Kementerian Pendidikan.
“SMAN 1 Ambon ditetapkan sebagai sekolah induk pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak usia 16 hingga 18 tahun yang tidak melanjutkan sekolah,” ujar Laturiuw, Senin (27/7/26).

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan program tersebut, SMAN 1 Ambon membawahi sejumlah sekolah mitra yang berada di wilayah kepulauan, yakni Kepulauan Aru, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur.

Menurutnya, kehadiran program PJJ menjadi kesempatan bagi anak-anak yang mengalami hambatan pendidikan agar dapat kembali melanjutkan sekolah tanpa harus terkendala jarak dan kondisi geografis.

“Kami mengajak para orang tua yang memiliki anak yang sempat berhenti sekolah setelah tamat SMP agar dapat mendaftarkan diri mengikuti program ini,” katanya.

Laturiuw menyampaikan, proses pendaftaran telah dibuka dan akan berlangsung hingga 31 Juli 2026. Calon peserta dapat melakukan pendaftaran melalui laman resmi SMAN 1 Ambon.

Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran secara daring, pihak sekolah juga membuka layanan pendaftaran langsung di SMAN 1 Ambon.

“Kalau ada yang merasa kesulitan atau terkendala saat mendaftar secara online, silakan datang langsung ke sekolah. Kami akan membantu proses pendaftarannya,” jelasnya.

Ia menerangkan, sistem pembelajaran PJJ tetap mengikuti standar pembelajaran kelas reguler. Perbedaannya hanya terletak pada metode pelaksanaan yang dilakukan secara daring dengan memanfaatkan perangkat teknologi.

Untuk peserta didik di daerah yang mengalami keterbatasan perangkat, dukungan akan diberikan melalui sekolah-sekolah mitra yang berada di wilayah masing-masing.

“Untuk Kota Ambon, peserta dapat mengikuti pembelajaran dengan sistem yang tersedia di SMAN 1 Ambon. Sementara untuk wilayah lain, perangkat dan fasilitas belajar akan dibantu melalui sekolah mitra,” ujarnya.

Laturiuw menambahkan, program PJJ memiliki daya tampung yang cukup terbuka karena pembelajaran dilakukan secara online. Pemerintah memberikan target kepada SMAN 1 Ambon untuk menjaring sekitar 60 an peserta didik, namun pihak sekolah masih membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut.

“Memang target awal yang diberikan sebanyak 60 siswa, tetapi karena masih ada fleksibilitas sebelum proses belajar mengajar dimulai pada Agustus, kami masih membuka kesempatan bagi yang ingin mendaftar,” katanya.

Hingga saat ini, kata Laturiuw, sudah terdapat tujuh peserta didik yang mendaftarkan diri dan siap mengikuti program Pendidikan Jarak Jauh di SMAN 1 Ambon.

Ia memastikan, peserta PJJ tetap memperoleh ijazah resmi SMA Negeri 1 Ambon setelah menyelesaikan seluruh proses pembelajaran sesuai ketentuan.

“Ijazah yang diterima tetap ijazah SMA Negeri 1 Ambon. Proses pembelajarannya sama seperti siswa reguler, hanya metode belajarnya yang berbeda karena dilakukan secara jarak jauh,” pungkasnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *