RadarAmbon.id, Semarang – Kafilah Provinsi Maluku berhasil menunjukkan peningkatan capaian pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang. Peningkatan tersebut terlihat dari semakin banyak peserta asal Maluku yang mampu meraih nilai tinggi berdasarkan penilaian Dewan Hakim selama seluruh rangkaian perlombaan berlangsung.
Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Maluku, Kasrul Selang, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, pendamping, serta semua pihak yang telah mendukung perjalanan kafilah Maluku pada MTQ Nasional tahun ini.
“Ini menjadi sebuah kebanggaan bagi para kafilah dan tentunya bagi Pemerintah Provinsi Maluku. Tahun 2026 ini kita melihat adanya peningkatan yang cukup baik, terutama dari sisi kualitas penilaian yang diberikan oleh Dewan Hakim,” ujar Kasrul, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, peningkatan kualitas peserta terlihat dari jumlah kafilah Maluku yang mampu memperoleh nilai di atas 90. Pada MTQ Nasional XXXI tahun ini, sebanyak 10 peserta berhasil mencapai nilai tersebut, meningkat dibandingkan pelaksanaan MTQ Nasional tahun 2024 yang hanya mencatat empat peserta dengan capaian serupa.
“Kalau tahun 2024 yang memperoleh nilai di atas 90 sebanyak empat orang, Alhamdulillah tahun ini meningkat menjadi 10 orang. Ini menunjukkan adanya perkembangan dan kerja keras dari para peserta, pelatih, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan,” jelasnya.
Kasrul mengungkapkan, berdasarkan evaluasi internal LPTQ Maluku, peningkatan juga terlihat dari distribusi peringkat peserta. Sebanyak empat kafilah berhasil masuk dalam rentang peringkat 10 hingga 15 besar, sementara lima peserta lainnya berada pada posisi 16 hingga 20 besar. Selain itu, sejumlah peserta Maluku juga mampu menembus peringkat 21 hingga 35 besar pada berbagai cabang lomba.
Ia menyebut, tingginya persaingan pada MTQ Nasional membuat capaian nilai peserta tidak selalu berbanding lurus dengan peringkat akhir. Menurutnya, kualitas peserta dari berbagai provinsi terus mengalami peningkatan sehingga persaingan semakin ketat.
“Kalau sebelumnya nilai 91 masih bisa masuk 10 besar, sekarang nilai tersebut belum tentu. Peserta yang menjadi juara memperoleh nilai yang sangat tinggi, bahkan mencapai 97 hingga 98. Ini menunjukkan kualitas MTQ Nasional terus berkembang dan persaingan semakin kuat,” katanya.
Meski belum menjadi hasil akhir yang diharapkan, Kasrul menilai capaian kafilah Maluku tahun ini menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan ke depan. Sejumlah peserta yang berhasil mencatatkan prestasi terbaik di antaranya La Ode Safiu pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, Fathiyah Az-Zahri Husein pada Tilawah Putri, Djoesan Kilewrey pada Mujawwad Putra Dewasa, serta peserta Tilawah Remaja.
“Untuk La Ode Safiu, ini merupakan rising star, pendatang baru yang mampu menunjukkan hasil luar biasa. Setelah mendapatkan pembinaan, termasuk mengikuti latihan di Jakarta, hasilnya sangat menggembirakan,” ungkap Kasrul.
Ia menegaskan, hasil MTQ Nasional XXXI menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi LPTQ Provinsi Maluku untuk terus meningkatkan pola pembinaan tilawatil Qur’an secara berkelanjutan agar semakin banyak generasi muda Maluku yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Kasrul juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Maluku dan Ketua TP-PKK Maluku, Wakil Gubernur Maluku bersama Hj. Rohani Vanath selaku Ketua DPW LASQI Nusantara Jaya Maluku, Sekretaris Daerah Maluku dan Ketua Dharma Wanita Persatuan, Kakanwil Kementerian Agama Maluku, para pelatih, pendamping, orang tua peserta, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan berjalan bersama hingga kafilah Maluku dapat tampil dan memberikan hasil terbaik pada MTQ Nasional tahun ini,” tutup Kasrul. (*)





