RadarAmbon.id, Jakarta — Upaya Pemerintah Provinsi Maluku memperluas akses dan layanan pendidikan di wilayah kepulauan mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Kemendagri RI menetapkan Maluku sebagai penerima Penghargaan Terbaik I Kategori Akses Pendidikan dan Layanan Pendidikan Tingkat Provinsi, sekaligus memberikan dana stimulan sebesar Rp2 miliar.
Penghargaan tersebut diserahkan pada Kamis, 17 September 2026, di Hotel Bidakara, Jakarta. Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas berbagai langkah Pemprov Maluku dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih merata di tengah tantangan geografis daerah kepulauan.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang diberikan pemerintah pusat. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta masyarakat Maluku.
“Ini satu acara yang dapat merangsang kinerja pemerintah daerah. Kami sendiri di Maluku mendapat penghargaan nomor satu di bidang akses masyarakat untuk pendidikan. Tidak mudah memang untuk mendapat akses pendidikan di daerah kepulauan seperti Maluku. Penghargaan ini sangat berarti bukan hanya bagi pemerintah, tetapi bagi masyarakat dan 11 kabupaten/kota di Maluku,” tegas Hendrik.

Di tengah berbagai tantangan daerah, mulai dari persoalan sosial, penanganan bencana karhutla, hingga dinamika publik yang mengiringi perjalanan pemerintahan, Gubernur Hendrik Lewerissa menilai penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kerja pembangunan tetap berjalan dengan fokus pada kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Dr. Sarlota Singerin menegaskan, penghargaan dan dana stimulan tersebut akan menjadi energi baru untuk memperkuat pemerataan layanan pendidikan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Penghargaan Terbaik I ini kami maknai sebagai motivasi untuk terus menata dan meningkatkan akses layanan pendidikan, khususnya di daerah 3T di Provinsi Maluku. Walau kondisi geografis gugus pulau membatasi, semangat dari semua pihak memastikan akses layanan untuk transformasi dan digitalisasi pendidikan dapat dirasakan sampai ke puncak gunung dan perbatasan wilayah,” ungkap Sarlota.
Prestasi tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen Pemprov Maluku dalam menjalankan program prioritas pembangunan pendidikan, khususnya dalam meningkatkan mutu serta memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi seluruh masyarakat di wilayah kepulauan Maluku.(*)





