Tampung Siswa ADEM, SMAN 13 Ubah Ruang Kelas Jadi Asrama Sementara

  • Bagikan
Soleman Ahmad.

RadarAmbon.id — Komitmen memberikan akses pendidikan bagi siswa dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) terus dilakukan SMAN 13 Ambon. Untuk mendukung pelaksanaan Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), sekolah tersebut memanfaatkan ruang kelas yang didesain khusus sebagai asrama sementara bagi para siswa dari sejumlah kabupaten di Maluku.

Kepala SMAN 13 Ambon, Soleman Ahmad mengatakan, sekolahnya bersama SMA Rehobot dan SMK Pertanian mendapat kepercayaan untuk menampung siswa ADEM dari wilayah 3T. SMAN 13 Ambon sendiri memperoleh kuota sebanyak 20 siswa, namun hingga saat ini baru 16 siswa yang mengikuti program tersebut.

“Para siswa ADEM yang berada di SMAN 13 Ambon berasal dari Kabupaten Kepulauan Aru, Seram Bagian Timur (SBT), dan Buru Selatan. Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan mereka selama mengikuti pendidikan, kami menyiapkan ruang kelas yang kami desain menjadi asrama sementara,” kata Soleman, Senin (14/9/26).

Ia menjelaskan, meski tinggal di lingkungan sekolah, para siswa ADEM tetap mengikuti proses pembelajaran bersama siswa reguler di ruang kelas yang telah disiapkan. Berbagai kebutuhan mereka selama menjalani pendidikan, seperti uang makan dan seragam, menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Anak-anak ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Bahkan setelah lulus nanti, mereka juga akan diberikan kesempatan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujarnya.

Soleman menyebutkan, proses pembelajaran siswa ADEM di SMAN 13 Ambon sejauh ini berjalan aman dan lancar. Para siswa juga mendapatkan pendampingan dari empat orang guru yang bertugas memberikan pengawasan serta membantu proses adaptasi selama berada jauh dari keluarga.

Menurutnya, pihak sekolah menerapkan aturan khusus bagi siswa ADEM selama tinggal di asrama sementara. Mereka tidak diperbolehkan keluar lingkungan sekolah tanpa izin, dan setiap aktivitas di luar jam pembelajaran harus mendapat persetujuan pihak sekolah dengan tujuan yang jelas.

“Kalau ingin keluar harus mendapat izin dari sekolah. Begitu juga jika ingin kembali ke daerah asal, tetap menunggu masa libur panjang. Sekolah memberikan ruang, tetapi tetap dengan aturan yang harus dipatuhi,” jelasnya.

Selain pendidikan akademik, para siswa ADEM juga mendapatkan pembinaan karakter melalui kegiatan kerohanian. Soleman menilai, pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk sikap disiplin dan kepribadian para siswa selama mengikuti program.

“Selain pembelajaran di kelas, pembinaan kerohanian juga terus dilakukan kepada siswa dan siswi ADEM agar mereka memiliki karakter yang baik,” katanya.

Soleman berharap, ke depan pemerintah dapat memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan asrama yang lebih representatif di SMAN 13 Ambon. Menurutnya, fasilitas khusus akan semakin memperkuat pelaksanaan program ADEM sehingga siswa dari wilayah 3T dapat memperoleh pelayanan pendidikan yang lebih maksimal.

“Ruang yang digunakan saat ini masih bersifat sementara. Kami berharap ke depan ada pembangunan asrama yang lebih layak agar program ini dapat berjalan lebih optimal,” tandasnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *