RadarAmbon.id — Kompetisi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Ambon tahun 2026 telah selesai dilaksanakan dan menghasilkan para peserta terbaik yang akan mewakili Kota Ambon pada tingkat Provinsi Maluku. Dari hasil penilaian, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ambon tampil dominan dengan meraih sembilan juara dari berbagai bidang studi.
Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Ahmad Sou mengatakan, pelaksanaan OMI bertujuan mempersiapkan peserta didik madrasah yang memiliki kemampuan akademik terbaik untuk berkompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
“Tujuan pelaksanaan OMI ini adalah menyiapkan peserta didik yang nantinya mewakili Kota Ambon ke tingkat provinsi. Alhamdulillah pelaksanaan tingkat kota sudah selesai dan penetapan pemenang telah dilakukan sejak 12 September,” ujar Ahmad Sou,Senin (14/9/26).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil kompetisi, MAN Ambon berhasil menunjukkan prestasi terbaik dengan mendominasi perolehan juara pada enam bidang studi yang diperlombakan. Dari hasil tersebut, sebanyak sembilan peserta didik MAN Ambon berhasil menjadi pemenang.
“Dari hasil yang ada, MAN Ambon dari enam bidang studi bisa meraih sampai sembilan peserta pemenang. Ini memungkinkan mereka menjadi juara umum pada tingkat Kota Ambon,untuk jenjang MA,” katanya.
Selain MAN Ambon, sejumlah madrasah lain juga menunjukkan prestasi membanggakan. Untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), perolehan juara didominasi oleh MTs Al Khairaat, khususnya pada bidang Matematika. Sementara pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), SD Cendekia menjadi salah satu madrasah yang tampil dominan.
Ahmad Sou menjelaskan, sesuai sistem yang telah ditetapkan dalam aplikasi OMI, hanya juara satu dan dua dari setiap bidang yang berhak mewakili Kota Ambon ke tingkat Provinsi Maluku.
“Memang yang ditetapkan untuk melanjutkan ke tingkat berikutnya hanya juara satu dan dua, karena sistem dalam aplikasi sudah mengatur demikian,” jelasnya.
Pasca penetapan pemenang tingkat kota, Kementerian Agama Kota Ambon mulai mempersiapkan pembinaan bagi para peserta yang akan berlaga di tingkat provinsi. Salah satu langkah yang direncanakan adalah melakukan pembinaan intensif hingga kemungkinan karantina sebelum kompetisi berlangsung.
“Kita masih menunggu kepastian jadwal pelaksanaan tingkat provinsi. Setelah itu kita akan menyiapkan peserta, termasuk kemungkinan karantina agar mereka lebih siap,” ungkapnya.
Menurut Ahmad Sou, pembinaan akan melibatkan madrasah-madrasah yang menjadi penyumbang peserta terbaik, seperti MAN Ambon, MTs Al Khairaat, serta madrasah lainnya. Para pembina dan tenaga pendidik akan dilibatkan untuk memaksimalkan kemampuan peserta didik.
“Kita akan memanggil madrasah yang peserta didiknya menjadi pemenang bersama para pembina. Yang terpenting bagaimana memaksimalkan potensi tenaga pendidik dan mempersiapkan anak-anak agar memiliki bekal menghadapi tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia menambahkan, para peserta yang akan bertanding nantinya merupakan generasi yang berbeda dari tahun sebelumnya. Karena itu, strategi pembinaan perlu disesuaikan agar target mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi dapat tercapai.
“Anak-anak yang bertanding sekarang berbeda dengan tahun sebelumnya karena sebagian sudah lulus. Tetapi kita tetap optimis dengan persiapan yang maksimal, prestasi Kota Ambon dapat dipertahankan,” pungkasnya.(*)





