RadarAmbon.id — Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang dilaksanakan SMA Negeri 1 Ambon kini memasuki tahap proses pembelajaran. Setelah melalui tahapan pendaftaran, masa pengenalan lingkungan sekolah, hingga persiapan administrasi peserta didik, kegiatan belajar mengajar secara daring telah berjalan sesuai jadwal.
Kepala SMA Negeri 1 Ambon, Dra. E. Laturiuw mengatakan, pelaksanaan PJJ mulai berjalan sejak 1 Agustus 2026 setelah seluruh peserta didik mengikuti tahapan awal program. Menurutnya, hingga saat ini proses pembelajaran berlangsung dengan baik dan terus mendapat pendampingan dari para guru.
“Sejak tanggal 1 Agustus mereka sudah memasuki masa proses belajar mengajar. Mereka juga mengikuti MPLS, dan sekarang kegiatan pembelajaran sudah berjalan dengan baik,” ujar Laturiuw, Senin (14/9/26).
Ia menjelaskan, pembelajaran PJJ menggunakan sistem Learning Management System (LMS), di mana siswa mengikuti materi pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing. Dalam sistem tersebut, terdapat pembelajaran mandiri melalui tugas yang diberikan secara online serta pertemuan bersama guru sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Guru-guru melakukan proses pembelajaran sesuai jadwal karena menggunakan sistem LMS. Ada pembelajaran asinkronus yang mereka kerjakan melalui sistem, kemudian ada juga pertemuan tatap muka dengan bapak dan ibu guru,” jelasnya.
Menurut Laturiuw, salah satu tantangan dalam pelaksanaan PJJ adalah kondisi jaringan internet karena seluruh peserta didik mengikuti pembelajaran dari rumah. Namun, hingga saat ini kendala tersebut masih dapat diatasi sehingga aktivitas belajar tetap berjalan lancar.
“Kendala yang beberapa kali kami pantau adalah jaringan, karena mereka belajar dari rumah. Tetapi sampai hari ini semuanya berjalan baik,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran, SMA Negeri 1 Ambon juga menyediakan fasilitas pendukung bagi guru yang melaksanakan pembelajaran PJJ. Ruang khusus PJJ di sekolah telah dilengkapi jaringan internet yang memadai agar proses pendampingan kepada siswa dapat berjalan optimal.
Laturiuw menambahkan, seluruh peserta PJJ telah terdaftar sebagai siswa SMA Negeri 1 Ambon dan mendapatkan fasilitas pendidikan, termasuk identitas belajar serta buku pelajaran. Saat ini, pihak sekolah juga sedang mempersiapkan distribusi buku kepada masing-masing siswa.
“Mereka sudah mendapatkan ID belajar dan terdaftar di SMA Negeri 1 Ambon. Buku-buku juga sudah tersedia, sementara proses distribusi kepada siswa sedang kami siapkan,” ungkapnya.
Ia berharap, pelaksanaan PJJ dapat terus berjalan hingga peserta didik menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan. Setelah menyelesaikan kelas 10, siswa akan melanjutkan ke kelas 11 dan kelas 12 sesuai jenjang pendidikan SMA.
“Harapan kami mereka bisa mengikuti proses ini sampai selesai. Kalau semua berjalan baik, mereka nantinya bisa menyelesaikan pendidikan sampai mendapatkan ijazah SMA Negeri 1 Ambon,” pungkasnya.(*)





