RadarAmbon.id — Kepedulian orang tua siswa menjadi kekuatan penting dalam percepatan pembangunan Mushola Al Mabrur di lingkungan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Mabrur Ambon. Berkat dukungan tersebut, pembangunan fasilitas ibadah yang semula diperkirakan membutuhkan waktu hingga enam bulan kini telah mencapai sekitar 90 persen dan memasuki tahap finishing.
Kepala MTs Al Mabrur Ambon, M. Nasir Subhan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua siswa yang secara sukarela memberikan dukungan sejak pembangunan mushola dimulai. Dukungan tersebut diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan dana, material bangunan hingga membantu madrasah mencari sumber-sumber bantuan melalui berbagai proposal.
“Alhamdulillah, dukungan orang tua sangat luar biasa. Ada yang membantu dalam bentuk material, ada yang memberikan donasi uang, bahkan ada yang membantu mencarikan jalan melalui proposal-proposal bantuan,” kata Nasir, Jumat (11/9/26).
Menurut Nasir, cepatnya pembangunan Mushola Al Mabrur tidak terlepas dari tingginya kepercayaan orang tua terhadap madrasah. Kepercayaan itu, kata dia, dibangun melalui keterbukaan dan transparansi dalam setiap proses pembangunan, termasuk menyampaikan perkembangan pekerjaan serta penggunaan bantuan kepada para orang tua.
Ia mencontohkan, ketika pembangunan baru dimulai dan masih sebatas pengerjaan pondasi, pihak madrasah langsung mendokumentasikan progres tersebut dan membagikannya melalui grup komunikasi orang tua siswa. Respons positif pun langsung terlihat. Bantuan berupa material maupun dana terus berdatangan sehingga pengerjaan mushola dapat berlangsung jauh lebih cepat dari perkiraan awal.
“Rencana awal kami, pembangunan mushola ini mungkin membutuhkan waktu enam bulan atau lebih. Tetapi setelah pondasi mulai dibangun dan kami dokumentasikan untuk disampaikan kepada orang tua, alhamdulillah dalam satu hari bantuan material dan keuangan terus berdatangan. Dalam waktu kurang dari sebulan, pembangunannya sudah hampir selesai,” ujarnya.
Nasir menambahkan, pihak madrasah juga berupaya memastikan setiap bantuan yang diterima dapat dipertanggungjawabkan. Penggunaan dana dan pembelian material didokumentasikan, termasuk nota belanja, kemudian disampaikan kepada orang tua. Menurutnya, pola keterbukaan tersebut membuat kepercayaan semakin kuat dan mendorong orang tua untuk terus berpartisipasi.
“Setiap bantuan kami dokumentasikan. Untuk apa uang itu dibelanjakan juga kami sampaikan, termasuk nota belanjanya. Alhamdulillah, orang tua merasa percaya. Bahkan ada beberapa orang tua yang memberikan bantuan secara berulang,” tuturnya.
Saat ini, pembangunan Mushola Al Mabrur telah mencapai sekitar 90 persen dan memasuki tahap finishing. Nasir berharap fasilitas tersebut dapat rampung pada akhir September atau paling lambat awal Oktober 2026 sehingga segera dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter siswa di lingkungan madrasah.
Ia menegaskan, pembangunan mushola bukan hanya tentang menghadirkan sebuah bangunan fisik, tetapi juga menjadi cerminan kuatnya kebersamaan antara madrasah dan orang tua dalam mendukung pendidikan anak.
“Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh orang tua siswa. Ini menjadi rasa syukur kami karena kepercayaan yang diberikan begitu besar. Kami mohon doa agar kepercayaan ini terus kami jaga dan kebersamaan ini dapat terus terbangun untuk kemajuan madrasah,” pungkasnya.(*)





