RadarAmbon.id – Sebanyak 291 peserta dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) ambil bagian dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kota Ambon Tahun 2026.
Kompetisi yang menjadi ajang adu kemampuan akademik peserta didik madrasah tersebut resmi dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ambon, Fachrurrazy Hasanusi, di Aula MAN Ambon, Senin (7/9/2026).
Pembukaan ditandai dengan penyematan kartu peserta kepada perwakilan peserta dari tiga jenjang pendidikan. Pelaksanaan OMI Tingkat Kota Ambon berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 September 2026.
Dalam sambutannya, Fachrurrazy menegaskan OMI tidak semata-mata menjadi ajang untuk mencari juara, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan potensi, bakat, kecerdasan, kreativitas, sportivitas, serta karakter peserta didik madrasah.
“Menang tentu membanggakan, tetapi berani berkompetisi, berusaha maksimal, dan menjunjung sportivitas adalah sebuah prestasi yang juga patut diapresiasi,” ujarnya.
Menurutnya, madrasah saat ini tidak hanya dituntut melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik. Peserta didik juga harus memiliki akhlak mulia, karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, kreatif dan inovatif, serta mampu berkompetisi hingga tingkat nasional maupun internasional.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta memanfaatkan OMI sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan diri, menambah pengalaman, membangun persahabatan, sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik secara sehat dan sportif.
“Kepada seluruh peserta, jangan jadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Jadikanlah olimpiade ini sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan diri, menambah pengalaman, membangun persahabatan, dan menunjukkan bahwa peserta didik madrasah mampu berprestasi dan bersaing secara sehat,” katanya.
Fachrurrazy juga memberikan apresiasi kepada panitia, kepala madrasah, guru, pembina, pendamping, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya OMI Tahun 2026.
Ia berharap seluruh rangkaian kompetisi dapat berlangsung tertib, objektif, transparan dan sportif, sehingga menghasilkan peserta didik terbaik yang nantinya mampu membawa nama baik Kota Ambon dan Provinsi Maluku pada tingkat yang lebih tinggi.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan peserta didik terbaik yang nantinya dapat membawa nama baik Kota Ambon dan Provinsi Maluku pada tingkat yang lebih tinggi,” harapnya.
291 Peserta dari Tiga Jenjang
Sementara itu, Ketua Panitia OMI Tingkat Kota Ambon yang juga Kasi Pendidikan Madrasah (Pendis) Kemenag Kota Ambon, Ahmad Sou, dalam laporannya menyampaikan, 291 peserta yang mengikuti kompetisi tersebut berasal dari tiga jenjang pendidikan.
Untuk jenjang MA, terdapat tujuh madrasah dan satu SMA Assalam Ambon dengan total 124 peserta.
Jenjang MTs diikuti 11 madrasah serta dua sekolah, yakni SMP Cendekia dan SMP Islam Terpadu Assalam Ambon, dengan total 93 peserta.
Sedangkan jenjang MI diikuti 14 madrasah dan satu SD Cendekia dengan jumlah 74 peserta.
“Total peserta dari jenjang MI, MTs dan MA sebanyak 291 peserta,” jelas Ahmad.
Adapun mata pelajaran yang dilombakan disesuaikan dengan masing-masing jenjang. Untuk MA meliputi Matematika, Biologi, Kimia, Geografi, Ekonomi dan Fisika.
Sementara jenjang MTs mempertandingkan Matematika, IPA dan IPS. Sedangkan peserta jenjang MI mengikuti kompetisi Matematika dan IPAS.
Seluruh peserta akan berkompetisi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Para peserta yang berhasil meraih hasil terbaik nantinya berpeluang mewakili Kota Ambon pada tahapan OMI di tingkat Provinsi Maluku.
Hasil pemenang OMI Tingkat Kota Ambon Tahun 2026 dijadwalkan diumumkan pada 12 September 2026.
Dengan jumlah peserta mencapai 291 orang, OMI Kota Ambon diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi ruang pembinaan berkelanjutan untuk mencetak generasi madrasah yang unggul, berkarakter, dan siap berkompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.(*)





