Lease Bangkit

  • Bagikan

//Konsorsium?//
“Leaseeeee……!!!”

//Lease?//
“Bangkitttttt!!!….”

Pertanyaan dan jawaban itu hanyalah sebuah ungkapan yang kerab mengalir setiap kali saya berjumpa dengan pria asal Kulur, Pulau Saparua, bernama M. Isa Litiloly, ini.

Ungkapan ini semacam salam komando.

Begitu saya katakan: “Konsorsium?”

Seketika dari kejauhan ia pun menjawab: “Leaseeee….!!!

Sebaliknya pada kesempatan berbeda saat berpapasan dan saya katakan: “Leaseee?”

Seketika dia pun menjawab: “Bangkitttt….”

M.Isa Litiloly tak lain Ketua Bidang Publikasi Konsorsium Pemekaran Kota Kepulauan Lease. Inilah calon kota pemekaran yang sedang diperjuangkan oleh M.Isa Litiloly dkk.

Saat ini Kepulauan Lease berada di bawah kabupaten induk bernama Kabupaten Maluku Tengah dengan ibukota Masohi, itu.

Kepulauan Lease sendiri berada di sebelah timur dalam deretan antara Pulau Ambon dan Pulau Seram. Gugusan kepulauan ini meliputi: Pulau Haruku, Pulau Saparua, dan Pulau Nusa Laut.

Tim Konsorsium Kota Kepulauan Lease terdiri atas para pakar, akademisi, politisi, dan aktivis. Salah satu pelopornya yang saya kenal selain Pak Isa Litiloly, Prof Nus Sapteno, juga ada Pak HM.Saleh Wattiheluw.

Pak Isa adalah mantan ketua wilayah partai besutan Prof Yusril Ihza Mahendra Partai Bulan Bintang Maluku, Prof Nus Sapteno adalah mantan Rektor UNPATTI, dan Pak HM.Saleh Wattiheluw tak lain mantan anggota DPRD Provinsi Maluku dan juga mantan Ketua Wilayah Partai Bulan Bintang Maluku.

Sudah lama perjuangan pemekaran Kota Kepulauan Lease ini diikrarkan sejak 2006. Dalam berbagai kesempatan saya selalu mengamati Pak Saleh Wattiheluw sebagai tokoh yang selalu tampil terdepan.

Seolah tak mengenal lelah di usia yang sudah lanjut Pak Leh –begitu ia kerab disapa para koleganya– kerab memberi harapan untuk terwujudnya pemekaran Kota Kepulauan Lease tersebut.

Dari sisi geografis maupun pendidikan, Kepulauan Lease adalah salah satu wilayah kepulauan di Provinsi Maluku yang banyak melahirkan orang-orang hebat. Dari politisi, aktivis, ilmuwan, musisi top, olahragawan, petinju, pendidik, tokoh pergerakan, pengusaha, hingga birokrat berasal dari sini.

Dari zaman sebelum penjajahan, saat kemerdekaan, dan setelah kemerdekaan hingga hari ini dari Haruku, Saparua, hingga Nusa Laut lahir orang-orang berpengaruh.

Siapa tak kenal ahli atom pertama Indonesia dan tokoh pergerakan kemerdekaan Prof Dr Siwabessy dari Saparua. Juga Johannes Latuharhary mantan gubernur Maluku pertama, dan AM.Sangadji tokoh pergerakan kemerdekaan berasal dari Pulau Haruku.

Ada Muhammad Padang, Akib Latuconsina, M.Saleh Latuconsia mantan gubernur Maluku, politisi H.Abdul Aziz Imran Pattisahusiwa, H.Ruswan Latuconsina, Ibu Ana Latuconsina, dan Pak Etty Sahuburua.

Juga pakar hukum JE.Sahetapy, H.M.Taher Saimima mantan Wakil Ketua Komisi Yudisial, mantan Kadensus 88 Anti Teror Polri Irjen Pol Marthinus Hukom, tokoh PP Muhammadiyah Prof Said Tuhulely, akademisi Prof Hasbollah Toisutta, pengacara H.Lutfi Sanakay, politisi Kutni Tuhepaly, wawali Ambon Ibu Elly Toisutta, mantan politisi Alex Litaay, politisi Ibu Engelina Pattiasina, penyanyi top Bob Tutupoly, petinju Elyas Pical, penyanyi top Ruth Sahanaya dll berasal dari deretan Kepulauan Lease.

Dan, jangan lupa gubernur Maluku kita saat ini Pak Hendrik Lewerissa juga tak lain adalah putera terbaik dari Pulau Nusa Laut.

Politisi dan Ketua DPD Partai GERINDRA Maluku ini juga disebut-sebut orang dekat Presiden Prabowo Subianto tak lain adalah mantan anggota DPR-RI dari Partai GERINDRA.

Dari sisi sumberdaya manusia, pengaruh, akses, dan kebijakan politik di pemerintahan dan legislatif baik di provinsi, daerah, dan kota di Maluku saat ini tentu tidak ada yang kurang. Mereka adalah orang-orang terbaik dari sini.

Itulah banyak yang berharap langkah Pak Isa Litiloly bersama Tim Konsorsium Kota Kepulauan Lease ini harus mendapat apresiasi dan dukungan dari semua pihak jika kita ingin impian mewujudkan Kota Kepulauan Lease ini terlaksana.

Nah, dukungan terhadap tim konsorsium dalam pertemuan bersama Wakil Gubernur Maluku H.Abdullah Vanath di Lantai 2 Kantor Gubernur Maluku dua hari lalu, (2/9/26), harus dilihat dengan bijak.

Bukankah selama ini langkah Abdullah Vanath tak ada yang menarik kalau tidak ada kontroversi?

Tokoh pemekaran dari Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) berasal dari Werinama ini juga adalah sosok antikemapanan. Kita juga pernah dibuat tegang soal pernyataan “inflasi” dan “minta sumbangan” hingga membuat hubungan pasangan dengan jargon LAWAMENA itu panas-dingin dan berujung polemik.

Dan, inilah saatnya perlu ada dorongan untuk percepatan pemekaran Kota Kepulauan Lease. Walau saat ini masih menunggu keputusan moratorium pemerintah pusat namun upaya persiapan ke arah sana harus dimatangkan.

Kalaupun pertemuan Wagub Abdullah Vanath yang tak lain adalah Ketua Partai NASDEM Maluku ini menimbulkan spekulasi anggap saja itu bagian dari dinamika. Toh soal politik 2029 masih lama.

Karena itu upaya pemekaran yang dilakukan tim konsorsium bersama mantan Bupati Kabupaten SBT dua periode ini harus dilihat secara arif.

Sebab menarik pengalaman semasa menjabat sebagai bupati Abdullah Vanath juga dikenal sebagai tokoh pemekaran yang sukses membuat sejumlah kecamatan di ujung timur Pulau Seram itu berhasil dimekarkan.

Karena itu upaya dialog dan kerjasama Tim Konsorsium Pemekaran Kota Kepulauan Lease harus terus dikawal agar perjuangan pemekaran untuk Lease Bangkit tidak pudar.

Lawamena Haulala!!! (AHMAD IBRAHIM)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *