RadarAmbon.id – Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Maluku menargetkan peningkatan prestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2026 yang akan berlangsung di Semarang, Jawa Tengah medio September mendatang. Berbagai strategi disiapkan untuk memastikan kafilah Maluku mampu tampil lebih kompetitif di tingkat nasional.
Ketua LPTQ Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengatakan, fokus utama lembaganya saat ini adalah memperbaiki capaian Maluku pada gelaran MTQ Nasional. Menurutnya, persiapan tidak hanya dilakukan melalui pelatihan, tetapi juga dengan pemetaan potensi peserta berdasarkan hasil evaluasi dan peluang prestasi.
“Fokus kita adalah bagaimana prestasi Maluku di tingkat nasional bisa lebih baik. Karena itu, kita melakukan berbagai strategi, termasuk pemetaan peserta agar pembinaan yang dilakukan lebih terarah,” ujar Kasrul, Selasa (11/8/26).
Ia menjelaskan, hasil evaluasi pelaksanaan MTQ Provinsi Maluku ke-31 yang berlangsung di Islamic Center Ambon menjadi dasar dalam menentukan strategi pengiriman kafilah. Dari hasil evaluasi tersebut, peserta dibagi dalam tiga kelompok atau cluster berdasarkan peluang dan kesiapan menghadapi kompetisi nasional.
Cluster pertama menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi Maluku. Sebanyak 13 peserta yang masuk dalam kelompok ini merupakan peserta cabang tilawah yang dinilai memiliki peluang besar untuk memberikan kontribusi prestasi bagi Maluku.
“Sebanyak 13 orang yang berasal dari kabupaten/kota ini masuk cluster pertama dan mendapat perhatian penuh dari pemerintah provinsi. Mereka merupakan peserta tilawah yang berdasarkan hasil evaluasi memiliki peluang untuk bersaing dan memperbaiki peringkat Maluku,” jelasnya.
Ke-13 peserta tersebut kini menjalani Training Center (TC) intensif di Pondok pesantren Al Kautsar khusus pembinaan tilawah di Pamulang, Tangerang, Banten. Mereka akan mendapatkan pelatihan selama kurang lebih satu bulan dengan pendampingan pelatih yang memiliki pengalaman sebagai dewan hakim tingkat nasional.
Kasrul menegaskan, penetapan 13 peserta dalam cluster pertama bukan berarti mengabaikan peserta lain yang juga merupakan putra-putri terbaik Maluku. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi agar Maluku dapat tampil maksimal pada MTQ Nasional.
“Ini bukan berarti kita mengesampingkan peserta lainnya. Semua memiliki kemampuan dan menjadi bagian dari kafilah Maluku. Namun, berdasarkan evaluasi, kita harus menentukan strategi agar peluang prestasi lebih besar,” katanya.
Sementara itu, peserta yang masuk dalam cluster kedua tetap diberikan ruang untuk mengikuti MTQ Nasional melalui pola dukungan bersama antara Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Pembiayaan dilakukan melalui skema sharing sesuai kesepakatan bersama.
Sedangkan untuk peserta yang berada dalam cluster ketiga, dukungan dikembalikan kepada pemerintah kabupaten/kota masing-masing. Apabila pemerintah daerah bersedia memberikan dukungan, maka peserta tetap dapat bergabung bersama kafilah Maluku untuk berlaga di tingkat nasional.
“Ini bukan hanya persoalan anggaran, tetapi bagaimana kita menerapkan strategi kompetisi. Mereka yang masuk kategori unggulan mendapatkan pembinaan lebih fokus, sementara yang lain tetap diberikan kesempatan melalui dukungan daerah masing-masing,” tegas Kasrul.
Ia menyebutkan, pembagian cluster tersebut merupakan keputusan bersama dalam rapat kerja LPTQ Provinsi Maluku bersama LPTQ kabupaten/kota serta Kantor Kementerian Agama. Keputusan itu juga menjadi bagian dari tanggung jawab LPTQ yang telah mendapat mandat dari Gubernur Maluku dalam melakukan pembinaan tilawatil Quran secara berjenjang.
Kasrul menambahkan, tata kelolah dan pengembangan MTQ sudah didelegasikan Gubernur Maluku kepada LPTQ Provinsi Maluku.
“Tugas-tugas ini sudah didelegasikan oleh gubernur kepada LPTQ. Karena itu, semua keputusan diambil melalui pembahasan bersama,” ungkapnya.
Menurut Kasrul, MTQ bukan hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga kompetisi yang membutuhkan ukuran prestasi yang jelas. Karena itu, pembinaan dilakukan secara serius dengan melihat rekam jejak dan kemampuan masing-masing peserta.
“Kita berharap seluruh ikhtiar yang dilakukan ini dapat membawa hasil terbaik. Target kita jelas, yaitu memperbaiki prestasi Maluku di MTQ Nasional,” pungkas Kasrul.(*)





