RadarAmbon.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Ambon terus memperkuat kualitas layanan sekaligus mengembangkan berbagai program komersialisasi dan gaya hidup (lifestyle) guna menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat. Beragam inovasi tersebut tidak hanya memudahkan akses layanan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan kapal sebagai ruang aktivitas edukatif, bisnis, hingga wisata.
Kepala PELNI Cabang Ambon, Ridwan Mandalika dalam konfrensi pers yang berlangsung di lantai IV Kantor Pelni Cabang Ambon Rabu (22/7/26) menjelaskan, sedikitnya 12 kapal PELNI melayani Kota Ambon. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, perusahaan terus melakukan transformasi digital untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan.
Melalui aplikasi PELNI Mobile, masyarakat kini dapat membeli tiket secara daring. Selain itu, pembelian tiket juga dapat dilakukan melalui sejumlah kanal kerja sama dengan perbankan, Alfamidi, dan Indomaret.
Untuk layanan angkutan barang, PELNI menghadirkan aplikasi My Cargo yang memudahkan pelanggan memesan jasa pengiriman secara online. Sementara pada layanan kapal perintis, sistem penjualan tiket kini dilakukan melalui aplikasi khusus di cabang guna meminimalkan potensi penyalahgunaan atau fraud.
Di sektor komersialisasi, PELNI menghadirkan berbagai program lifestyle yang memanfaatkan kapal sebagai ruang multifungsi. Salah satunya Tour on Board, yakni kunjungan edukatif ke kapal bagi pelajar selama kapal bersandar di pelabuhan. Dalam program ini, peserta diajak mengenal lebih dekat dunia pelayaran dengan pendampingan langsung dari awak kapal.
PELNI juga mengembangkan program Meeting on Board yang memungkinkan instansi maupun perusahaan menggelar rapat di atas kapal. Program tersebut telah diterapkan di KM Labobar dan mendapat respons positif.
Inovasi lainnya adalah Study on Board, yaitu program pembelajaran bagi taruna atau siswa sekolah pelayaran dengan mengikuti pelayaran antarkota, seperti rute Ambon–Makassar. Selama perjalanan, peserta memperoleh materi praktik langsung dari para perwira kapal, sementara kebutuhan makan selama pelayaran telah disiapkan oleh PELNI. Program ini bersifat komersial dan ditujukan untuk mendukung pendidikan maritim berbasis pengalaman lapangan.
Tak hanya itu, PELNI juga menawarkan Wedding on Board, yakni layanan sesi foto pernikahan di atas kapal, termasuk di area anjungan atau ruang kemudi, dengan melakukan pemesanan melalui PELNI.
Peluang komersialisasi lainnya meliputi penyediaan ruang iklan di dalam kapal yang telah dimanfaatkan sejumlah perusahaan, layanan internet Sea WiFi hasil kerja sama dengan Telkomsel, serta penyewaan berbagai aset perusahaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan di luar penugasan transportasi laut.
Di sisi pelayanan kepada penumpang, PELNI juga memberikan stimulus berupa diskon tarif tiket selama musim liburan. Program yang sebelumnya hanya berlaku pada periode Natal dan Lebaran kini diperluas hingga 57 hari selama masa liburan.
Di Ambon, program diskon tersebut mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Rute Ambon–Banda Neira menjadi tujuan paling diminati dengan sekitar 4.995 penumpang, disusul rute Bau-Bau dan Tual. Secara keseluruhan, jumlah masyarakat Kota Ambon yang memanfaatkan program diskon tiket telah mencapai lebih dari 11 ribu penumpang.(*)





