RadarAmbon.id – Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Maluku menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) sebagai forum tertinggi organisasi untuk menyusun arah kebijakan empat tahun ke depan sekaligus memilih kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa kemajuan tenis meja di Maluku.
Musprov yang berlangsung di Lantai V Kantor DPRD Maluku itu menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan program kerja periode 2026–2030 dengan fokus pada penguatan pembinaan atlet, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan organisasi hingga ke kabupaten dan kota.
Wakil Sekretaris PB PTMSI, Rudolf Patiasina, saat membuka Musprov mengatakan forum tersebut merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang wajib dilaksanakan setiap empat tahun sekali sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan organisasi.
“Semoga roda organisasi PTMSI Maluku terus berjalan secara berkesinambungan,” ujarnya, Senin (20/7/26).
Menurut Rudolf, pergantian kepengurusan melalui Musprov merupakan proses yang wajar dalam organisasi guna menghadirkan penyegaran serta memperkuat langkah pembinaan olahraga tenis meja di daerah.
Ia menegaskan, Musprov tidak hanya menjadi forum penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, tetapi juga wadah merumuskan strategi pembinaan prestasi untuk menghadapi tantangan olahraga yang semakin kompetitif.
“Tenis meja merupakan salah satu cabang olahraga yang digemari masyarakat Maluku, mulai dari desa hingga perkotaan. Karena itu, kepengurusan yang baru diharapkan memberi perhatian lebih besar terhadap pembinaan atlet usia dini agar mampu melahirkan prestasi di tingkat nasional,” katanya.
Dukungan terhadap pelaksanaan Musprov juga disampaikan Wakil Ketua Umum KONI Maluku, Roy Mongie. Ia berharap kepengurusan hasil Musprov dapat memperkuat struktur organisasi serta memperluas pembinaan hingga seluruh kabupaten dan kota di Maluku.
Roy mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan bagi pengembangan olahraga. Namun kondisi tersebut, menurutnya, tidak boleh mengurangi komitmen organisasi dalam membina atlet-atlet muda secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Pengprov PTMSI Maluku, Hong Artha John Alfred, memaparkan sejumlah program yang telah direalisasikan selama masa kepemimpinannya, di antaranya penyelenggaraan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tenis Meja se-Maluku, Kejurda antar pelajar, serta peningkatan kapasitas pelatih dan wasit.
Menurut Alfred, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi yang terbangun antara Pengprov PTMSI Maluku dengan seluruh Pengurus Kabupaten di berbagai daerah.
Ia berharap kepengurusan yang akan datang mampu melanjutkan program pembinaan secara lebih masif, terutama dalam menjaring bibit-bibit atlet potensial sejak usia dini.
“Mari kita bulatkan tekad untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap tenis meja, menjaring atlet berbakat, dan terus mengangkat prestasi tenis meja Maluku di tingkat nasional,” tutupnya.(*)





