RadarAmbon.id – Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Hj. Farida Laisouw, secara resmi membuka kegiatan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ambon, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi ratusan peserta didik baru untuk mengenal lingkungan madrasah, budaya belajar, serta nilai-nilai yang menjadi ciri khas pendidikan madrasah.
Dalam sambutannya, Farida menjelaskan bahwa perubahan nama dari Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) menjadi MATAMUDA bukan sekadar pergantian istilah, tetapi merupakan bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang sedang dijalankan Kementerian Agama. Menurutnya, seluruh program prioritas kementerian harus benar-benar menyentuh peserta didik sebagai sasaran utama, sehingga orientasi yang diberikan tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian siswa.
Ia menegaskan bahwa memilih belajar di madrasah merupakan keputusan yang tepat karena selain memperoleh ilmu pengetahuan umum, peserta didik juga mendapatkan pendidikan agama yang lebih komprehensif. Namun, keunggulan tersebut harus dibuktikan melalui sikap, akhlak, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan hanya memahami agama dalam teori, tetapi implementasikan dalam kehidupan. Identitas sebagai siswa madrasah harus tercermin melalui akhlak, etika, dan keteladanan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Farida juga mengingatkan pentingnya membangun kecerdasan yang utuh, yakni kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, dan kemampuan mengendalikan diri saat menghadapi berbagai persoalan. Sebagai contoh, ia mengaitkan pentingnya pengendalian emosi dengan pertandingan Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Mesir yang berlangsung dini hari. Menurutnya, Argentina mampu bangkit dari ketertinggalan karena para pemain tetap tenang dan mampu mengendalikan tekanan hingga akhirnya membalikkan keadaan dan menang 3-2.
“Kecerdasan emosional sangat penting. Siswa madrasah harus mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi tantangan,” katanya.
Selain itu, Farida menekankan bahwa selama pelaksanaan MATAMUDA tidak boleh ada tindakan perundungan (bullying) dalam bentuk apa pun, termasuk menghina kondisi fisik seseorang. Ia meminta seluruh panitia, guru, maupun peserta didik menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Menurutnya, menghina sesama sama saja dengan merendahkan ciptaan Allah SWT sehingga budaya saling menghormati harus menjadi karakter utama warga madrasah.
Ia juga mengajak seluruh peserta didik untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda madrasah yang berilmu dan berakhlak mulia.
Sementara itu, Kepala MAN Ambon, Nasit Marasabessy, dalam laporannya menyampaikan bahwa MATAMUDA merupakan kegiatan orientasi bagi murid baru yang bertujuan menjembatani masa transisi dari jenjang pendidikan sebelumnya menuju lingkungan madrasah. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diperkenalkan dengan budaya madrasah, tata tertib, sistem pembelajaran, hingga berbagai program pengembangan karakter.
MATAMUDA MAN Ambon tahun ini mengusung tema “Hari Baru, Aman, Nyaman dan Berakhlak di Madrasah”. Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 8 hingga 11 Juli 2026 di lingkungan MAN Ambon. Materi yang diberikan meliputi profil madrasah, tata tertib, fasilitas dan sistem pembelajaran, moderasi beragama, ekoteologi, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), budaya khas madrasah, serta pengenalan organisasi intra dan ekstrakurikuler.
Sebanyak 218 murid baru mengikuti MATAMUDA tahun ini, terdiri atas 96 siswa laki-laki dan 122 siswi perempuan. Pihak madrasah berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat memberikan pengalaman yang positif bagi peserta didik baru sehingga mereka mampu beradaptasi dengan baik serta tumbuh menjadi generasi madrasah yang unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia.(*)





