Kalah dari Maroko, Pendukung Oranje di Ambon Lesu, Jalanan Sunyi

  • Bagikan
Sejumlah Pendukung De Oranje di Ambon tampak Kecewa, setelah tim kesayangan mereka kala dari Maroko melalui adu finalti, Selasa 30 Juni 2026.

RadarAmbon.id – Kekalahan pahit Timnas Belanda dari Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 meninggalkan duka mendalam bagi ribuan pendukung De Oranje di Kota Ambon. Kota yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis terbesar pendukung Belanda di Indonesia mendadak berubah sunyi setelah mimpi Oranje kandas melalui drama adu penalti.

Pantauan media ini, Selasa (30/6/26), sejumlah ruas jalan utama di Kota Ambon yang biasanya dipenuhi ribuan pendukung Belanda untuk berpawai justru tampak lengang. Tidak terdengar suara klakson kendaraan maupun nyanyian kemenangan yang selama ini menjadi ciri khas setiap kali De Oranje meraih hasil positif.

Suasana sebaliknya justru terlihat dari sejumlah pendukung negara lain yang turun ke jalan merayakan keberhasilan Maroko menyingkirkan Belanda. Euforia kemenangan Singa Atlas mewarnai sejumlah ruas jalan meski tidak hanya sejumlah orang, sementara para pendukung Oranje memilih pulang dengan wajah muram dan penuh kekecewaan.

Sebelum pertandingan dimulai, optimisme begitu tinggi menyelimuti para pendukung Belanda. Banyak yang yakin skuad asuhan Ronald Koeman mampu melewati hadangan Maroko bahkan melangkah jauh hingga babak-babak akhir turnamen. Namun, harapan itu sirna setelah pertandingan berakhir dengan kekalahan dramatis melalui adu penalti.

Dalam laga yang berlangsung sengit, Belanda sempat unggul lebih dulu lewat gol Cody Gakpo pada babak kedua. Namun Maroko berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Issa Diop pada masa injury time sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Tidak ada gol tercipta hingga 120 menit, dan Maroko akhirnya memastikan kemenangan lewat adu penalti setelah Ismael Saibari mencetak penalti penentu.

Salah seorang pendukung Timnas Brasil di Ambon, Aldo, menilai kehadiran Belanda selalu memberi warna tersendiri di setiap penyelenggaraan Piala Dunia.

“Belanda memang dikenal sebagai tim peramai Piala Dunia. Ibarat kata orang, ‘nggak ada Belanda, nggak ramai’. Sayang sekali mereka harus berhenti lebih cepat,” ujarnya.

Kekalahan ini sekaligus mengakhiri perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026. Ambisi De Oranje untuk menembus babak final kembali pupus, dan mereka harus puas mengakhiri kiprah di fase knockout atau babak 32 besar.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *