RadarAmbon.id – Kebakaran kembali melanda kawasan Pasar Kota Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIT. Enam unit los milik pedagang ludes dilalap api, menambah daftar musibah yang kembali menghantam pusat aktivitas ekonomi tersebut hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan.
Bangunan los yang sebagian besar terbuat dari material kayu tidak mampu bertahan saat kobaran api membesar. Seluruh bangunan beserta barang dagangan berupa pakaian dan perlengkapan rumah tangga dari kaca dilaporkan hangus terbakar.
Peristiwa ini menjadi kebakaran kedua yang terjadi di Pasar Kota Piru setelah insiden serupa pada April 2026. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran para pedagang terhadap aspek keamanan di kawasan pasar milik Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat yang dikelola Dinas Perindustrian tersebut.
Berdasarkan keterangan warga di lokasi, api mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WIT. Warga bersama para pedagang sempat berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya, namun api dengan cepat membesar akibat bangunan yang mudah terbakar serta hembusan angin yang cukup kencang.
Armada pemadam kebakaran akhirnya tiba di lokasi, namun saat proses pemadaman dilakukan sebagian besar los telah rata dengan tanah. Seluruh barang dagangan yang berada di dalam bangunan tidak sempat diselamatkan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, para pedagang diperkirakan mengalami kerugian materi yang cukup besar karena kehilangan tempat usaha sekaligus seluruh barang dagangan.
Hingga Minggu malam, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga mulai melakukan pendataan terhadap kerugian yang dialami para pedagang sebagai dasar penanganan lanjutan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan kepada para pedagang terdampak serta mempercepat pembangunan kembali fasilitas pasar agar aktivitas perekonomian di Kota Piru dapat segera pulih.
Sementara itu, Kapolsek Piru, AKP Hampir Buton, belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon belum berhasil karena nomor yang bersangkutan berada di luar jangkauan.(*)





