RadarAmbon.id – Upaya pencarian terhadap Ahmade Lestaluhu (64), penyelam yang dilaporkan hilang saat bekerja mengangkat bangkai mesin KM Express Bahari 9B, berakhir duka. Korban ditemukan meninggal dunia di dasar perairan Desa Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (23/6/2026).
Ahmade sebelumnya dilaporkan tidak kembali ke permukaan setelah melakukan penyelaman pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 14.20 WIT. Saat itu, ia bersama seorang rekannya tengah melakukan proses pengangkatan mesin kapal cepat KM Express Bahari 9B yang sebelumnya terbakar di Pelabuhan Haria.
Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, mengatakan korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan dan selanjutnya dievakuasi ke Tulehu menggunakan speedboat.
Menurut Arafah, informasi awal yang diperoleh menyebutkan korban diduga mengalami gangguan dekompresi ketika melakukan penyelaman pada kedalaman sekitar 65 meter.
Dalam kegiatan tersebut, korban menyelam bersama rekannya, Rian. Namun setelah Rian berhasil naik ke permukaan, Ahmade tidak terlihat kembali sehingga memicu kekhawatiran warga dan keluarga.
Sebelum laporan disampaikan kepada Basarnas, masyarakat setempat telah berupaya melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi kejadian. Karena tidak membuahkan hasil, keluarga akhirnya meminta bantuan Kantor SAR Ambon.
Merespons laporan tersebut, tim penyelamat bergerak menuju lokasi dengan menempuh jalur darat ke Desa Tulehu, kemudian melanjutkan perjalanan laut menuju Saparua menggunakan rubber boat.
Operasi pencarian melibatkan personel SAR bersama warga setempat. Berbagai peralatan pendukung dikerahkan, termasuk rubber boat, long boat milik warga, perlengkapan selam, serta alat pendeteksi bawah air Aqua Eye.
Proses pencarian berlangsung di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Hujan ringan mengguyur kawasan tersebut dengan kecepatan angin mencapai 13 hingga 28 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 1,25 sampai 2,5 meter.
Kapolsek Saparua, AKP Semmy J. Leimena, mengungkapkan berdasarkan informasi yang diterima pihak kepolisian, korban diduga terlilit tali saat berada di bawah laut sehingga tidak mampu kembali ke permukaan.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Tulehu dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.(AAN)





