
RadarAmbon.id – Usia hanyalah angka. Kalimat itu tampaknya sangat tepat menggambarkan sosok Lionel Messi. Di tengah cibiran bahwa dirinya sudah terlalu tua untuk bersaing di level tertinggi, sang megabintang justru menjawab semuanya lewat performa luar biasa di Piala Dunia 2026.
Pada Rabu, 24 Juni 2026, Messi genap berusia 39 tahun. Namun, menjelang hari ulang tahunnya, kapten Timnas Argentina itu menghadiahkan sesuatu yang jauh lebih berharga, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi jutaan pendukung Albiceleste di seluruh dunia.
Dalam dua pertandingan awal Grup J Piala Dunia 2026, Messi tampil menggila dengan mencetak lima gol. Ia mengawali turnamen dengan hattrick saat Argentina membungkam Aljazair 3-0. Ketajamannya berlanjut pada laga kedua ketika memborong dua gol kemenangan Argentina atas Austria, Selasa (23/6/2026) dini hari.
Lima gol tersebut menjadi kado ulang tahun paling istimewa bagi sang kapten. Di usia yang hampir menyentuh empat dekade, Messi tidak hanya masih produktif, tetapi juga membuktikan dirinya tetap menjadi pembeda di panggung sepak bola terbesar dunia.
Lebih dari sekadar membawa Argentina melaju mulus ke babak 32 besar, torehan lima gol itu mengantarkan Messi mencatat sejarah baru. Koleksi golnya di putaran final Piala Dunia kini mencapai 18 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen paling bergengsi itu.
Rekor tersebut sekaligus mematahkan catatan legenda Jerman, Miroslav Klose, yang sebelumnya memegang rekor dengan 16 gol. Sebuah pencapaian luar biasa yang mempertegas status Messi sebagai salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa.
Laga melawan Austria sendiri merupakan pertandingan krusial bagi kedua tim. Sebelum duel berlangsung, Argentina dan Austria sama-sama mengoleksi tiga poin hasil kemenangan pada laga perdana. Kemenangan akan memastikan satu tempat di babak 32 besar sekaligus membuka jalan menuju status juara Grup J.
Di AT&T Stadium, Arlington, Messi kembali menunjukkan kelasnya. Dua gol yang dicetaknya memastikan kemenangan 2-0 bagi Argentina sekaligus mengamankan tiket ke fase gugur dengan dua kemenangan beruntun.
Ketika banyak pemain seusianya telah memilih pensiun atau hanya menjadi pelengkap skuad, Messi justru terus mencetak sejarah. Kritik bahwa dirinya telah menjadi “pria tua” dijawab dengan cara paling elegan: gol demi gol, rekor demi rekor, dan kemenangan demi kemenangan.
Di usia 39 tahun, Lionel Messi sekali lagi membuktikan bahwa kelas, dedikasi, dan kualitas tidak pernah mengenal batas usia. Sang legenda belum selesai. Ia masih produktif, masih menentukan, dan masih menjadi mimpi buruk bagi setiap lawan yang menghadangnya di Piala Dunia 2026.(*)





