Seluruh Jemaah Haji Maluku Wajib Masuk Asrama Sebelum Dipulangkan

  • Bagikan
Hendrizal

RadarAmbon.id – Seluruh jemaah haji asal Maluku yang kembali dari Tanah Suci tahun ini diwajibkan masuk ke Asrama Embarkasi Haji Antara (EHA) Maluku di Ambon sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari mekanisme serah terima resmi antara penyelenggara haji dengan pemerintah kabupaten/kota.

Kepala UPT Asrama Embarkasi Haji Antara (EHA) Maluku, Hendrizal, mengatakan seluruh jemaah yang tiba dari Arab Saudi akan terlebih dahulu diarahkan ke Asrama Haji Ambon untuk mengikuti proses penyambutan dan serah terima sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal.

“Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, seluruh jemaah yang kembali dari Tanah Suci wajib masuk ke Asrama Haji Ambon. Di sini akan dilakukan proses serah terima dari penyelenggara haji kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi, kemudian diteruskan kepada pemerintah kabupaten dan kota,” kata Hendrizal, kepada RadarAmbon.id, Kamis (11/6/26).

Menurut dia, mekanisme tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya ketika sebagian jemaah, khususnya asal Kota Ambon, dapat langsung mengikuti proses pelepasan di lokasi lain. Tahun ini, seluruh kabupaten/kota tanpa pengecualian harus mengikuti prosedur yang sama di Asrama Haji Ambon.

Hendrizal menjelaskan, pemulangan jemaah haji Maluku akan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal kedatangan masing-masing kelompok terbang (kloter). Kloter 24 dijadwalkan berangkat dari Madinah pada 18 Juni pukul 01.00 waktu Arab Saudi dan tiba di Makassar pada hari yang sama sekitar pukul 20.20 WITA. Setelah transit, jemaah akan diterbangkan ke Ambon menggunakan tiga penerbangan dan diperkirakan tiba pada 19 Juni sekitar pukul 03.10 WIT.

Sementara itu, Kloter 26 akan berangkat dari Madinah pada 19 Juni pukul 12.15 waktu Arab Saudi dan tiba di Makassar pada 20 Juni sekitar pukul 07.35 WITA. Dari Makassar, jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju Ambon melalui dua penerbangan dan diperkirakan tiba sekitar pukul 02.10 WIT.

Selain mengatur mekanisme pemulangan, pihak asrama juga menerapkan aturan khusus bagi keluarga penjemput. Hendrizal menegaskan keluarga belum diperkenankan memasuki area asrama sebelum seluruh jemaah tiba dan proses serah terima selesai dilaksanakan.

“Keluarga diminta menunggu di luar area asrama. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dan jemaah resmi diserahkan kepada pemerintah daerah atau keluarga, barulah penjemputan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Untuk jemaah asal Kota Ambon, penjemputan dapat dilakukan langsung oleh keluarga setelah proses serah terima selesai. Sedangkan jemaah dari kabupaten/kota lainnya akan terlebih dahulu diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing untuk selanjutnya dipulangkan ke wilayah asal.

Hendrizal mengapresiasi kesiapan para jemaah haji Maluku selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Menurutnya, sebagian besar jemaah telah memahami prosedur dan regulasi yang berlaku sehingga seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik.

Ia juga menilai keterlibatan berbagai instansi dalam penyelenggaraan haji tahun ini memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan. Salah satu inovasi yang dinilai membantu adalah pelibatan Dinas Sosial dalam pendampingan jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah berkebutuhan khusus.

“Kolaborasi lintas instansi sangat membantu kelancaran pelayanan. Kehadiran pendamping dari Dinas Sosial menjadi dukungan penting bagi jemaah lansia, disabilitas, maupun yang membutuhkan perhatian khusus,” katanya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *