LPAI dan Bayan Peduli Salurkan Beasiswa bagi Anak Korban Kekerasan Seksual di Maluku

  • Bagikan

RadarAmbon.id – Sejumlah anak korban kekerasan seksual di Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kini memiliki harapan baru untuk melanjutkan pendidikan mereka. Melalui program beasiswa pendidikan yang digagas Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) bersama Bayan Peduli, dukungan nyata diberikan kepada anak-anak yang tengah menjalani proses pemulihan dan pendampingan.

Program beasiswa tersebut disalurkan pada Senin (8/6/2026) sebagai bentuk komitmen dalam menjamin terpenuhinya hak pendidikan bagi anak-anak korban kekerasan seksual di Provinsi Maluku.

Penyaluran bantuan dilakukan dengan pendampingan Pekerja Sosial (Peksos) Kementerian Sosial RI serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat.

Sebelum bantuan diberikan, LPAI Provinsi Maluku bersama Pekerja Sosial Kementerian Sosial RI dan Dinas PPPA terlebih dahulu melakukan pendataan, verifikasi, asesmen, hingga kunjungan lapangan guna memastikan bantuan tepat sasaran. Sebagian penerima merupakan anak-anak yang saat ini mendapatkan perlindungan dan pendampingan di Rumah Aman Masohi.

Ketua LPAI Provinsi Maluku, Anna R. Latuconsina, mengatakan pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus tetap terpenuhi, termasuk bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual.

“Melalui bantuan ini kami berharap anak-anak tetap memiliki semangat untuk belajar, mengembangkan potensi diri, dan terus mengejar cita-cita mereka,” kata Anna.

Menurutnya, pendidikan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan korban. Selain membantu memenuhi kebutuhan sekolah, beasiswa juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan optimisme anak untuk menatap masa depan.

Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan jenjang pendidikan penerima manfaat. Siswa SD menerima beasiswa sebesar Rp3 juta, siswa SMP Rp5 juta, dan siswa SMA Rp7 juta.

Anna mengungkapkan, hasil pendampingan menunjukkan masih terdapat anak korban yang menghadapi tekanan psikologis dan hambatan sosial yang berdampak pada keberlanjutan pendidikan mereka. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak dinilai sangat penting agar proses pemulihan berjalan secara menyeluruh.

“Anak-anak korban membutuhkan lingkungan yang mendukung untuk bangkit. Mereka perlu diyakinkan bahwa masa depan mereka tetap terbuka dan masih banyak pihak yang peduli terhadap pendidikan serta kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Pekerja Sosial Kementerian Sosial RI, Rasyid La Koko, mengapresiasi komitmen Bayan Peduli, LPAI Pusat, dan LPAI Provinsi Maluku dalam membantu pemenuhan hak pendidikan anak-anak korban kekerasan seksual.

Ia menilai bantuan pendidikan tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan sosial dan penguatan masa depan anak-anak yang berada dalam kondisi rentan.

Rasa syukur juga disampaikan salah satu keluarga penerima manfaat. Mereka mengaku bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak sekaligus memberikan motivasi untuk terus bersekolah.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami dan menjadi penyemangat bagi anak untuk terus belajar dan meraih cita-citanya,” ungkap salah satu orang tua penerima manfaat.

Program beasiswa ini menjadi bukti kolaborasi antara lembaga perlindungan anak, dunia usaha, pemerintah, dan pekerja sosial dalam mendukung pemulihan serta masa depan anak-anak korban kekerasan seksual di Maluku. Melalui dukungan yang berkelanjutan, mereka diharapkan dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *