RadarAmbon.id – BRI menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait program “bantuan dana hibah” dan “KUR online” yang mengatasnamakan BRI merupakan informasi palsu atau hoaks. Akun-akun tersebut diketahui menggunakan atribut dan identitas BRI untuk meyakinkan masyarakat agar mengikuti program yang sebenarnya tidak memiliki keterkaitan dengan produk maupun layanan resmi perusahaan.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa BRI tidak pernah menyelenggarakan program yang meminta masyarakat melakukan pendaftaran melalui akun tidak resmi, mentransfer sejumlah uang, maupun memberikan data pribadi dan data perbankan.
“BRI tidak pernah meminta PIN, password, kode OTP, maupun informasi rahasia lainnya kepada masyarakat dalam bentuk apa pun,” tegasnya, Senin (11/5/26).
Selain itu, BRI juga memastikan tidak pernah menggunakan tokoh maupun pejabat pemerintah dalam promosi produk dan jasa perusahaan. Masyarakat diminta lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan digital yang saat ini marak terjadi, khususnya melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.
BRI mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi perusahaan, seperti situs resmi BRI, akun media sosial terverifikasi, layanan Contact BRI 1500017, maupun kantor unit kerja BRI terdekat.
Dengan meningkatnya kasus penipuan digital yang mencatut nama institusi keuangan, kewaspadaan masyarakat menjadi langkah penting untuk menghindari penyalahgunaan data pribadi dan potensi kerugian finansial.(*)






