RadarAmbon.id – ANGGOTA DPD RI, Nono Sampono, menegaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam menyambut proyek strategis nasional Blok Masela yang diproyeksikan menyerap ratusan ribu tenaga kerja. Hal ini disampaikannya pada Senin (30/3/2026), di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam proses pengembangan proyek gas tersebut di Maluku.
Menurut Nono, proyek Blok Masela bukan hanya soal investasi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga momentum besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan potensi penyerapan tenaga kerja mencapai 160 hingga 180 ribu orang, Maluku dinilai harus segera mempersiapkan SDM yang kompeten dan siap bersaing.
“Ini peluang besar bagi masyarakat Maluku. Semua kabupaten harus mulai menyiapkan SDM yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri migas, sehingga tenaga kerja lokal bisa terserap secara maksimal,” ujar Nono.
Ia menekankan, tanpa kesiapan SDM yang memadai, masyarakat lokal berisiko hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri, sementara peluang kerja justru diisi oleh tenaga dari luar daerah. Untuk itu, ia mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi.
Selain isu SDM, Nono juga menyoroti sejumlah kendala lain yang masih menghambat percepatan proyek, salah satunya adalah persoalan pembebasan lahan. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini, proses penyelesaian lahan masih memerlukan kesepakatan antara pemerintah daerah, SKK Migas, dan masyarakat.
“Target operasional tahun 2029 harus menjadi perhatian bersama. Namun, jika persoalan lahan tidak segera diselesaikan, maka pembangunan infrastruktur seperti pipa gas dari sumur ke daratan akan terhambat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak operator, yakni Inpex dan Pertamina. Menurutnya, koordinasi yang kuat sangat dibutuhkan agar berbagai persoalan teknis maupun non-teknis dapat segera diatasi.
“Semua pihak harus duduk bersama, memastikan bahwa aspek di luar teknis perusahaan sudah siap. Jangan sampai hambatan justru datang dari kesiapan daerah,” tegasnya.
Nono berharap, dengan langkah konkret dan kolaborasi yang solid, proyek Blok Masela tidak hanya berjalan sesuai target, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat Maluku serta mendukung ketahanan energi nasional. (*)





