BLTS Kesra Diduga Dibobol Oknum Kantor Pos Kairatu

  • Bagikan

RadarAmbon.id – AROMA dugaan penyelewengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) mencuat di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku. Bantuan dari Kementerian Sosial RI yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia itu diduga dicairkan tanpa sepengetahuan penerima manfaat.

Kasus ini terungkap setelah keluarga penerima bantuan bernama Jakomina Rumahlatu mendatangi Kantor Pos Kairatu pada 16 Desember 2025 untuk menanyakan dana BLTS Kesra yang tak kunjung diterima. Pihak Kantor Pos justru menyatakan bantuan tersebut telah dicairkan.

Keterangan internal Kantor Pos menyebutkan dana BLTS Kesra itu diduga telah diambil oleh seorang pegawai berinisial FH. Padahal, undangan resmi pencairan bantuan masih berada di tangan penerima manfaat, dan Jakomina tidak pernah datang ke kantor pos untuk mencairkan dana tersebut.

Situasi ini memunculkan dugaan kuat adanya penyimpangan prosedur penyaluran bantuan sosial, karena pencairan dilakukan tanpa kehadiran penerima maupun penyerahan undangan resmi.

Anak penerima bantuan, Chev, mengaku mendapat perlakuan intimidatif saat mempertanyakan persoalan tersebut. Ia menyebut seorang pegawai Kantor Pos yang diduga menjabat sebagai kepala kantor bersikap emosional dan melontarkan ancaman.

“Saya diancam ketika mempertanyakan hak orangtua saya. Saya tidak tahu namanya, tapi warga bilang yang bersangkutan Kepala Kantor Pos Kairatu,” ujar Chev kepada media, Selasa (30/12/25).

Ia mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut, karena diduga tidak hanya menimpa satu penerima bantuan.

“Undangan masih ada, tapi uangnya sudah dicairkan orang lain. Ini patut diselidiki karena bisa saja dialami warga lain,” tegasnya.

Hasil penelusuran media ini menemukan sejumlah warga lain datang ke Kantor Pos dengan membawa undangan dan identitas resmi, namun diberitahu bahwa dana BLTS Kesra mereka telah dikembalikan ke negara.

Ironisnya, terdapat pula data penerima bantuan yang diduga tidak valid. Beberapa nama warga yang telah meninggal dunia puluhan tahun lalu masih tercatat sebagai penerima BLTS Kesra, salah satunya almarhum Marthen Lasatira.(*)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *