RadarAmbon.id – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Maluku Tengah mengawali tahun pelajaran baru dengan memperkuat kualitas pembelajaran melalui kegiatan supervisi dan pendampingan guru. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut hasil Focus Group Discussion (FGD) yang sebelumnya menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk peningkatan sumber daya pendidik.
Kepala MIN 5 Maluku Tengah, Dahlan Gazam mengatakan, supervisi awal tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses belajar mengajar berjalan sesuai standar dan kebutuhan peserta didik.
“Setelah satu bulan kita melakukan FGD, saat ini kita melaksanakan observasi sekaligus supervisi. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru, baik kompetensi pedagogik, profesional, maupun administrasi dalam proses pembelajaran,” ujar Dahlan, Rabu (5/8/26).
Menurutnya, kegiatan supervisi ini juga bertujuan memastikan penerapan kurikulum berjalan sesuai regulasi melalui Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) yang telah disepakati bersama. Selain itu, pendampingan dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, serta mampu mendorong kreativitas dan inovasi guru dalam memenuhi kebutuhan siswa.
Dahlan menjelaskan, pelaksanaan supervisi mengedepankan prinsip kolaboratif dengan melibatkan kepala madrasah, guru, serta pengawas madrasah. Proses pendampingan dilakukan mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembelajaran di kelas.
“Supervisi ini bukan untuk menakuti guru, tetapi sebagai bentuk pendampingan agar guru semakin sukses dalam menjalankan proses pembelajaran dan mampu menghasilkan peserta didik yang berkualitas,” katanya.
Ia menambahkan, supervisi akan dilakukan secara berkelanjutan dengan rentang waktu pendampingan selama tiga bulan. Evaluasi terus dilakukan untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan selama proses pembelajaran berlangsung.
Sementara itu, Ketua Pokjawas Madrasah Kabupaten Maluku Tengah, Salma Pelupessy mengapresiasi perubahan yang mulai terlihat setelah pelaksanaan supervisi selama dua hari.
Ia menyebutkan, sejumlah guru mulai menunjukkan inovasi dalam perangkat ajar, media pembelajaran, hingga lembar kerja siswa. Meski masih terdapat beberapa perangkat lama yang digunakan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan secara bertahap.
“Alhamdulillah sudah ada perubahan, mulai dari perangkat ajar hingga media pembelajaran. Lembar kerja siswa juga sudah bagus. Ke depan kita berharap semua guru terus melakukan inovasi,” ungkap Salma.
Salma juga menyoroti pentingnya penguatan program literasi dan numerasi di madrasah. Menurutnya, aspek tersebut masih perlu ditingkatkan agar dapat menjadi bagian dari inovasi pembelajaran yang diterapkan guru.
“Kita berharap kegiatan literasi dan numerasi bisa lebih dikembangkan, sehingga guru-guru mampu melakukan perubahan dalam pembelajaran bersama tim inovasi Maluku,” tandasnya.(*)





