RadarAmbon.id – Aroma panas babak 32 besar Piala Dunia 2026 mulai terasa hingga Kota Ambon. Jelang duel antara Argentina melawan Cape Verde pada Sabtu, 4 Juli 2026 di Hard Rock Stadium, perang urat saraf justru lebih dulu dimulai di kalangan pecinta sepak bola.
Sejumlah pendukung tim rival, khususnya Brasil, melontarkan peringatan keras kepada Albiceleste. Bagi mereka, kegagalan Argentina menyingkirkan debutan Piala Dunia seperti Cape Verde akan menjadi noda yang terus dikenang dalam sejarah sepak bola dunia.Salah seorang pendukung Brasil di Ambon, Firman, menilai Argentina tidak memiliki alasan untuk gagal melangkah ke babak 16 besar.
“Kalau Argentina sampai kalah atau gagal lolos dari Cape Verde, itu akan menjadi dosa sepanjang sejarah Piala Dunia. Kekalahan seperti itu pasti akan terus diungkit karena mereka datang sebagai salah satu favorit juara, sementara Cape Verde baru pertama kali tampil di Piala Dunia,” ujarnya,Sabtu (27/6/26).
Meski demikian, Firman mengingatkan bahwa Cape Verde bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata. Di bawah arahan pelatih Pedro Leitão Brito atau yang lebih dikenal sebagai Bubista, Blue Sharks berkembang menjadi tim yang memiliki identitas permainan yang kuat.
Bubista sukses mengantarkan Cape Verde mencatat sejarah dengan tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia 2026 sekaligus langsung menembus babak gugur. Keberhasilan tersebut dibangun melalui permainan disiplin, organisasi pertahanan yang rapat, serta serangan balik cepat yang efektif.
Laga Argentina melawan Cape Verde sendiri dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 07.00 WIT di Hard Rock Stadium, Miami, Amerika Serikat.
Secara kualitas, Argentina memang masih berada di atas lawannya. Namun, performa Cape Verde sepanjang fase grup menjadi alasan mengapa pertandingan ini diprediksi tidak akan berjalan mudah bagi tim asuhan Lionel Scaloni.
Blue Sharks berhasil menahan imbang Spanyol tanpa gol, bermain imbang 2-2 melawan Uruguay, serta kembali meraih hasil seri 0-0 menghadapi Arab Saudi. Catatan tersebut menunjukkan kokohnya organisasi pertahanan yang mereka miliki.
Selain pertahanan disiplin, Cape Verde juga datang dengan modal mental bertanding yang tinggi. Sebagai negara dengan populasi kecil yang mampu mencapai fase gugur Piala Dunia, mereka tampil tanpa beban dan tidak gentar menghadapi lawan yang lebih diunggulkan.
Faktor lain yang menjadi perhatian adalah penampilan konsisten penjaga gawang veteran Vozinha, yang beberapa kali menjadi penyelamat tim sepanjang fase grup. Dipadukan dengan strategi serangan balik cepat melalui sisi lapangan, Cape Verde berpotensi menghadirkan ancaman bagi pertahanan Argentina.
Meski demikian, Argentina tetap diunggulkan berkat kualitas individu pemain, kreativitas lini tengah, pengalaman tampil di pertandingan besar, serta variasi serangan yang jauh lebih lengkap.
Terpisah, Ketua KPU Kota Ambon, Kaharudin Mahmud, menilai duel tersebut akan menjadi pertarungan antara produktivitas lini depan Argentina melawan disiplin pertahanan Cape Verde.
Menurutnya, Argentina hampir dipastikan akan menguasai jalannya pertandingan, sementara Cape Verde diperkirakan memilih bertahan dengan blok rendah sebelum melancarkan serangan balik cepat.
“Kalau Argentina bisa mencetak gol lebih dulu, pertandingan kemungkinan akan terbuka. Tetapi apabila Cape Verde mampu mempertahankan skor tetap imbang hingga memasuki babak kedua, tekanan justru akan berada di pihak Argentina,” katanya.
Ia menegaskan, secara kualitas pemain, pengalaman, dan efektivitas menyerang, Argentina masih berada satu tingkat di atas Cape Verde. Namun, keberhasilan Blue Sharks menahan tim-tim kuat pada fase grup menjadi bukti bahwa mereka mampu membuat lawan frustrasi.
Kaharudin memprediksi Argentina akan memenangkan pertandingan dengan skor 2-0 dan melangkah ke babak 16 besar. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa Cape Verde tetap memiliki peluang menciptakan kejutan apabila mampu mempertahankan disiplin bertahan serta memaksimalkan setiap peluang serangan balik.
Kini, seluruh sorotan tertuju ke Hard Rock Stadium. Bagi Argentina, kemenangan bukan sekadar tiket menuju babak berikutnya, tetapi juga menjaga harga diri sebagai salah satu raksasa sepak bola dunia. Sebaliknya, bagi Cape Verde, pertandingan ini menjadi kesempatan emas untuk menulis sejarah dan membuktikan bahwa kisah kejutan mereka di Piala Dunia 2026 belum berakhir.(*)





