Tim SAR Evakuasi Lima Awak Kapal Yuni Bahari, Usai Kapal Bocor

  • Bagikan

RadarAmbon.id — Upaya penyelamatan di perairan Laut Banda membuahkan hasil setelah Tim SAR Gabungan berhasil memastikan keselamatan lima awak Kapal Yuni Bahari yang mengalami gangguan pelayaran akibat kebocoran kapal saat menuju Pulau Banda Neira.

Kelima awak kapal tersebut berhasil tiba dengan selamat di Pelabuhan Rakyat Banda Neira pada Minggu (2/8/2026) dini hari. Setelah mendapatkan pendampingan dari Tim SAR Gabungan, seluruh awak kapal kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Koordinator Pos SAR Banda, Ezau Risamasu, menjelaskan laporan kejadian diterima pihaknya dari masyarakat pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 12.55 WIT. Informasi tersebut menyebutkan adanya kondisi membahayakan jiwa manusia yang dialami Kapal Yuni Bahari di wilayah perairan Laut Banda.

“Informasi kondisi membahayakan jiwa manusia ini kami terima dari Bapak Robo pada Sabtu sekitar pukul 12.55 WIT,” ujar Ezau, Minggu (2/8/2026).

Menindaklanjuti laporan itu, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Tim melakukan pencarian ke arah perairan selatan Pulau Run, Kabupaten Maluku Tengah, dengan jarak tempuh sekitar 16,3 mil laut dari Pos SAR Banda.

Dalam perjalanan pencarian, tim akhirnya menemukan Kapal Yuni Bahari sekitar pukul 15.24 WIT. Kapal ditemukan berada sekitar 18 mil laut dari titik awal laporan diterima.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui awak kapal telah melakukan perbaikan sementara terhadap bagian yang mengalami kebocoran sehingga kapal masih mampu melanjutkan perjalanan. Untuk memastikan keamanan, Tim SAR kemudian memberikan pendampingan hingga kapal mencapai Pelabuhan Rakyat Banda Neira.

“Pada Minggu (2/8/2026) pukul 00.30 WIT, Tim SAR Gabungan bersama Kapal Yuni Bahari tiba dengan selamat di Pelabuhan Rakyat Banda. Selanjutnya seluruh korban diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas Ezau.

Kapal Yuni Bahari sebelumnya berangkat dari Kota Ambon pada Jumat (31/7/2026) dengan tujuan Pulau Banda Neira. Saat melintasi kawasan perairan Pulau Run, kapal dihantam gelombang tinggi yang menyebabkan kerusakan pada mesin alkon serta kebocoran pada bagian lambung kapal.

Kesigapan Tim SAR Gabungan bersama upaya perbaikan darurat oleh awak kapal membuat perjalanan tersebut dapat kembali dilanjutkan hingga seluruh penumpang dan awak tiba dalam kondisi aman.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *