Menang Atas Tunisia, Belanda Harus Menghadapi Benteng Kokoh Maroko

  • Bagikan

RadarAmbon.id – Kemenangan meyakinkan 3-1 atas Tunisia pada Jumat (26/6/26) membawa Timnas Belanda melangkah mulus ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup F. Namun, euforia De Oranje belum boleh berlangsung lama. Tantangan yang jauh lebih berat sudah menanti di depan mata: Maroko, tim dengan salah satu pertahanan paling disiplin di turnamen.

Hasil resmi fase grup memastikan Belanda akan berhadapan dengan Maroko yang lolos sebagai runner-up Grup C. Pertemuan ini diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di babak 32 besar karena mempertemukan ketajaman lini serang Belanda dengan kokohnya tembok pertahanan Singa Atlas.

Meski tidak sefenomenal penampilan mereka pada Piala Dunia 2022, Maroko tetap menunjukkan karakter sebagai tim yang sulit ditaklukkan. Sepanjang fase grup, mereka mampu menahan Brasil 1-1, mengalahkan Skotlandia 1-0 melalui permainan bertahan yang disiplin, sebelum menutup penyisihan grup dengan kemenangan 4-2 atas Haiti.

Catatan tersebut menegaskan bahwa organisasi pertahanan Maroko masih menjadi kekuatan utama. Di bawah mistar, Yassine Bounou kembali tampil sebagai sosok yang kerap menyelamatkan tim dalam situasi krusial. Sementara di lini belakang, Achraf Hakimi memimpin pertahanan dengan transisi cepat yang membuat lawan kesulitan menembus dari sektor tengah.

Maroko dikenal mengandalkan blok pertahanan yang rapat, disiplin menjaga jarak antarlini, serta mampu mematikan kreativitas lawan. Tidak heran jika banyak pengamat menempatkan mereka sebagai salah satu tim dengan organisasi bertahan terbaik sepanjang turnamen.

Meski demikian, benteng Maroko bukan tanpa celah. Dua gol yang bersarang ke gawang mereka saat menghadapi Haiti menjadi bukti bahwa konsentrasi lini belakang belum sepenuhnya konsisten. Selain itu, ruang di belakang bek sayap masih dapat dimanfaatkan oleh lawan yang memiliki kecepatan tinggi dalam melakukan serangan balik.

Situasi inilah yang bisa menjadi senjata utama Belanda. De Oranje memiliki sejumlah pemain cepat yang mampu mengeksploitasi ruang kosong dan mengubah transisi menjadi peluang berbahaya. Jika mampu menjaga efektivitas penyelesaian akhir seperti saat menundukkan Tunisia, peluang Belanda untuk membongkar pertahanan Maroko tetap terbuka.

Duel nanti dipastikan menjadi pertarungan dua filosofi permainan yang berbeda. Belanda akan mengandalkan penguasaan bola dan agresivitas menyerang, sementara Maroko siap mempertahankan reputasinya sebagai tim dengan pertahanan kokoh yang sulit ditembus.

Sementara itu, kemenangan Belanda atas Tunisia juga disambut meriah oleh ribuan pendukung De Oranje di Kota Ambon. Seusai peluit panjang dibunyikan, lautan atribut oranye memenuhi jalan-jalan utama kota. Konvoi kendaraan, kibaran bendera Belanda, dan bunyi klakson menggema hingga melintasi kawasan Jembatan Merah Putih.

Tradisi panjang masyarakat Ambon yang memiliki kedekatan emosional dengan Timnas Belanda kembali terlihat. Namun di balik pesta kemenangan itu, perhatian kini mulai tertuju pada satu pertandingan yang diyakini akan menguji mental dan kualitas De Oranje.

Lolos sebagai juara grup memang menjadi modal berharga. Namun untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, Belanda terlebih dahulu harus meruntuhkan benteng kokoh bernama Maroko.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *