RadarAmbon.id – WARGA Kota Ambon, khususnya pengendara kendaraan roda dua, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan beredarnya oli palsu di pasaran. Produk oli yang diduga palsu tersebut dikemas menggunakan botol dari berbagai merek terkenal sehingga sulit dibedakan dengan produk asli.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, oli palsu itu diduga telah beredar luas di sejumlah bengkel maupun toko di Kota Ambon. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat karena penggunaan oli palsu berpotensi merusak mesin kendaraan.
Salah satu pemilik bengkel di kawasan Jalan Jenderal Sudirman mengungkapkan bahwa secara kasat mata sangat sulit membedakan antara oli asli dan oli palsu. Kemasan yang digunakan hampir identik dengan produk resmi pabrikan.
“Sekarang ini sangat susah dibedakan. Botol dan mereknya mirip sekali dengan yang asli, sehingga pembeli harus benar-benar teliti,” ujarnya kepada media ini, Minggu (8/3/26).
Ia mengingatkan para pengendara agar lebih berhati-hati saat membeli oli kendaraan. Menurutnya, salah satu cara sederhana untuk memastikan keaslian produk adalah dengan memanfaatkan fitur pemindai kode batang (barcode) menggunakan telepon genggam.
“Kalau mau beli oli, sebaiknya scan dulu kode barcode yang ada di kemasan menggunakan handphone. Jika setelah dipindai langsung mengarah ke situs resmi pabrik oli tersebut, biasanya itu produk asli. Tapi kalau diarahkan ke situs lain atau tidak jelas, patut dicurigai sebagai oli palsu,” jelasnya.
Para pemilik kendaraan diimbau membeli oli hanya di bengkel resmi atau toko terpercaya guna menghindari risiko mendapatkan produk palsu. Selain merugikan konsumen, peredaran oli palsu juga dapat berdampak serius pada kerusakan mesin kendaraan.(*)





