Stigma dan Ketakutan Masih Jadi Tantangan Tes HIV di Maluku

  • Bagikan

RadarAmbon.id – RENDAHNYA partisipasi masyarakat dalam tes HIV masih menjadi tantangan besar dalam upaya pengendalian HIV/AIDS di Maluku. Stigma sosial dan rasa takut diperiksa membuat banyak orang enggan mengetahui status kesehatannya.

Menurut Kepala seksi P2PM Bidang Penanggulangan penyakit Dinas kesehatan Provinsi Maluku Farudia Sanaky, tantangan terbesar adalah mengajak masyarakat untuk berani melakukan tes.
“Masih banyak yang takut, khawatir dikucilkan, padahal tes adalah pintu awal pencegahan dan pengobatan,” ungkapnya, dalam live podcast Obrolan Rakyat Maluku, Jumat (23/1/26).

Ia menegaskan bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial biasa seperti bersalaman atau beraktivitas bersama. “Selama tidak ada kontak darah, penggunaan jarum suntik bersama, atau
hubungan seksual berisiko, penularan tidak terjadi,” katanya.

Hal senada disampaikan Chris Hutubessy. Ia menyebut stigma membuat orang menjauh bahkan sebelum memahami fakta. “Begitu seseorang dicurigai HIV, langsung dijauhi. Ini yang membuat
orang takut tes. Padahal dengan pengobatan teratur, ODHA bisa hidup sehat dan produktif,” ujarnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *