RadarAmbon.id – UPAYA memperkuat kemampuan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan terus dilakukan. Sebanyak 60 guru SMA di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, mengikuti pelatihan Smart Education berbasis digital yang dipusatkan di SMA Negeri 3 Maluku Tengah, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan guru dari SMA Negeri 3, SMA Negeri 5, dan SMA Negeri 47 Maluku Tengah serta dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Drs.Fence Mandaku
Dalam arahannya, Mandaku menegaskan bahwa penguatan literasi digital bagi guru merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong transformasi pendidikan di era teknologi.
Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku juga bekerja sama dengan Google Indonesia untuk mendukung implementasi pembelajaran digital di sekolah-sekolah.
“Sekolah yang ingin mengembangkan pembelajaran digital harus memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya minimal 30 persen guru memiliki sertifikasi Google Educator Level 1,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, para guru didorong untuk meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi dalam pembelajaran sekaligus mempersiapkan diri mengikuti sertifikasi tersebut.
Mandaku menambahkan, sistem pendidikan berbasis digital akan memberikan banyak kemudahan, baik dalam kegiatan belajar mengajar maupun pengelolaan administrasi sekolah.
“Ke depan berbagai perangkat pembelajaran digital seperti panel digital atau televisi pintar akan dimanfaatkan di sekolah. Karena itu guru harus siap menggunakannya agar pembelajaran menjadi lebih efektif,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Maluku Tengah, Yolanda Koda, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa pihaknya merasa bangga karena dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan Smart Digital menjadi momentum penting bagi para guru untuk meningkatkan kapasitas diri di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
“Perkembangan teknologi tidak bisa dihindari. Guru harus mampu beradaptasi agar tetap relevan dalam mendidik generasi yang hidup di era digital,” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini para guru tidak hanya menguasai penggunaan teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikannya dengan nilai-nilai pendidikan, karakter, dan kreativitas dalam proses pembelajaran.
Kegiatan pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pendidik dan praktisi pendidikan digital, serta diikuti 60 guru dari tiga SMA di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang lebih modern dan adaptif di wilayah tersebut.(*)





